NEW ARTICLE ABI BLOG Thank you for visiting this blog, may be useful

Macam dan jenis valve , bagian dan fungsinya

Macam dan jenis valve , bagian dan fungsinya

Macam dan jenis valve , bagian dan fungsinya

Pengertian Valve

    Valve adalah alat yang mengatur dan mengarahkan atau mengontrol aliran liquid/cairan, kegunaan valve adalah mengendalikan sebuah proses cairan, dalam posisi terbuka cairan akan mengalir dari sisi yang bertekanan tinggi menuju sisi lain yang bertekanan rendah.
    Valve banyak di temui dalam kehidupan sehari hari, misalnya kran, valve tabung gas, valve mesin cuci, valve bahan bakar kendaraan dan masih banyak lagi.
    Secara umum pengoperasian valve adalah secara manual dengan merubah posisi sudut sebuah pegangan / tuas , pedal maupun roda, namun di bidang industri banyak dipakai sistem otomatis dengan pengontrol, ada beberapa cara pengontrolan valve (cara mengontrol valve) misalnya dengan tenaga hydraulik, pneumatik dan elektrik.    Valve memiliki banyak jenis, namun secara umum valve memiliki bagian yang sama yaitu bodi, bonnet (kap), ports, actuator, disc, seat, steam, gaskets, ball valve, spring dan trim.

Macam-macam valve

 Macam valve adalah sebagai berikut:

  1. Ball valve
  2. Gate Valve
  3. Globe Valve
  4. Butterfly Valve
  5. Check Valve
  6. Solenoid Valve
  7. Relief Valve
    Untuk memahami bagian bagian, fungsi, dan applikasi dari valve valve tersebut kita mulai pembahasannya dari Ball Valve

Auxiliary Condenser Dump Controller

Auxiliary Condenser Dump Controller

    Pada sistem Auxiliary Condenser Dump Controller tidak bisa terpisah dengan adanya Level Control Valve for Aux Condenser ( Liquid Level Controller) sebagai peralatan utama yang berfungsi sebagai pembaca ketinggian liquid/cairan di dalam tangki kondenser. 

Komponen Auxiliary Condenser Dump Controller

    Adapun beberapa komponen yang saling berkaitan dalam sistem Auxiliary Condenser Dump Controller antara lain adalah
  1. Tangki Kondenser ( Condenser Tank), Tangki kondenser adalah inti dari terjadinya proses kondensing
  2. Control valve, Kontrol Valve sebagai eksekusi dari kontrol sistem, semua proses dari pembacaan ketinggian (level) tanki kondenser, setting parameter LCV (Level Control Valve), parameter air pressure transmitter (transmisi dengan signal tekanan udara), akumulasi dari positioner akan di aktualisasikan oleh Kontrol Valve.
  3. Actuator, Aktuator adalah sub bagian dari kontrol valve 
  4. Controller
  5. Positioner,
  6. Reservoir,
  7. Filter Regulator,
  8. Sub Panel,
  9. Hopper.
    Secara teknik bisa kami jelaskan sebagai berikut.
    Pada Aux Condenser Dump Controller merupakan Valve 3 Way yang berfungsi menjaga level air pada tank condenser, dalam keadaan kekurangan air Aux Condenser Dump Controller akan memberikan supply ke tanki ( valve dalam posisi kebawah/aux) , sebaliknya dalam keadaan penuh atau lebih akan di buang ke cascade (valve dalam posisi keatas/cascade). Pengaturan posisi valve disesuaikan signal dari Automatic Level Controller yang memiliki range 0 s/d 1,4 kg/cm2. 

A. Peralatan utama dari system Aux Condenser Dumb Controller adalah sbb:

1. Automatic Level Control
2. Filter Regulator Automatic Level Controller
3. Automatic Level Controller

B. Langkah perbaikan Aux Condenser Dump Controller yang harus dilakukan



a. Flashing tubing dengan menggunakan compressor

- Tubing dari Mainline supply ke ragulator,
- Tubing dari regulator ke Automatic Level Controller
- Tubing dari regulator ke Positioner valve
- Tubing dari output automatic level control ke input positioned valve
- Tubing dari output positioned ke diafragma
- Tubing dari HP tanki ke diafragma ALC
- Tubing dari LP tanki ke diafragma ALC

b. Kalibrasi Semua Pressure gauge, secara detail dijelaskan diatas

c. Setting Actuator Diafragma Auxiliary Condenser Dump Controller dengan:

- Memberikan tekanan dengan range 0 - 0,05996kg/cm2 dengan menggunakan Handpump/ Testpump dalam posisi pressure udara siap. Range tersebut didapat dari perhitungan tekanan tangki sbb:
· ρ = berat massa = 1000 kg / m³
· g = gaya gravitasi = 9.8 m / s ²
· h = tinggi tangki = 0,6 m
· P2 = ρ × g × h
· P2 = 1000 kg / m × 9.8 m / s ² × 0,6 m
· P2 = 5880 kg / m³ × m / s ² × m
· P2 = 5880 kgmm / m³ s ²
· P2 = 5880 kgm / s ² m²
· P2 = 5880 Nm ²
· P2 = 5880 Pascal
· P2 = 5,88 kilopascals = 0,852821897676 PSI = 0.0599593133244 kg / cm ²=0,05996kg/cm2
    a) 1 kilopascals = 0.1450377377 PSI (pounds per square inch)
    b) kilopascals = 0.01019716213 kg / cm ²
- Setting sensitifitas pada actuator kopler difragma ALC dengan harapan tepat menghasilkan keluaran tekanan signal antara 0 – 1,4 kg/cm2
- Setting positioner valve dengan perhitungan perbandingan skala antara input sebesar 0 – 1,4 kg/cm2 dengan output positioner valve antara 0,4 – 2,0 kg/cm2( sesuai dengan range diafragma valve yaitu 0,4 – 2,0 kg/cm2).
· Perbandingan skala di jelaskan dalam diagram diatas.

Bahan pipa untuk air panas

Bahan pipa untuk air panas

    Sesuai kegunaan dan jenis materi yang mengalirinya, pipa air panas harus mampu menahan suhu maksimum air yang disalurkan.

Bahan pipa untuk air panasBahan yang cocok untuk pipa saluran air panas meliputi:

1. Tembaga (cooper)
2. Polibutilena (PB)
3. Chlorinated Polyvinylchloride (CPVC atau PVCc)
4. Polypropylene random (PP-R)
5. Cross-linked Polyethylene(PEX).

Dasar getaran mesin dan keuntungan menggunakan pemantau getaran mesin

Dasar getaran mesin dan keuntungan menggunakan pemantau getaran mesin

a. Pemahaman getaran

    Prinsip getaran tidak asing bagi kita dalam kehidupan kita sehari hari, benda yang bergerak pasti mengeluarkan getaran. Contoh sederhananya adalah kursi yang kita pindah akan mengeluarkan suara, kenapa mengeluarkan suara? Karena ada getaran terjadi antara kursi dan lantai, contoh lain adalah sebuah gitar jika kita petik akan mengeluarkan bunyi, hal itu juga karena getaran pada dawai gitar tersebut, serangkaian pendulum yang kita gerakkan dan menyentuh satu dengan yang lainnya juga akan mengeluarkan getaran. Sebuah kendaraan yang melewati jalan yang tidak rata/ bergelombang juga akan mengeluarkan getaran.
Dasar getaran mesin dan keuntungan menggunakan pemantau getaran mesin  Getaran yang terjadi pada benda benda yang bergerak umumnya akan mengeluarkan suara, namun bisa juga akan menghasilkan panas, bagaimana bisa getaran menghasilkan panas? Contoh sederhana adalah disaat kita menggosok gosokkan kaki kelantai tentunya akan menghasilkan getaran dan kita merasakan suhu di telapak kaki akan meningkat (hangat).

Fungsi, jenis dan bahan fitting


Fungsi, jenis dan bahan fitting


Pengertian fitting

    Pengertian fitting dalam pekerjaan pemipaan adalah sebuah bagian dari instalasi pemipaan yang berfungsi sebagai penyambung antar pipa dan sebagai bagian akhir pemipaan/outlet fitting.    Ada berbagai jenis fitting dari berbagai bahan, fitting yang umum dipakai misalnya: Elbow, Tee, Wye (wyes), Cross (crosses), Coupling, Union,Fitting kompresi (compression fitting), Caps, Plugs, dan Valve.    Akan kita bahas satu persatu jenis jenis dan macam fitting

Jenis jenis fitting

Elbow

    Banyak orang menyebut elbow sebagai “ells”, fungsi dari elbow/ells adalah untuk mengubah arah pipa. Dalam praktek pemipaan sering ditemui perubahan arah pipa dan itu hal yang lazim dalam sebuah instalasi, umumnya elbow tersedia dengan ukuran sudut 45 dan 90 derajat, meskipun bias di dapatkan ukuran lainnya.
Fungsi, jenis dan bahan fitting

    Untuk elbow jenis PVC koneksi menggunakan lem dan tidak jarang juga kita jumpai dengan sistem ulir/drat. Sementara untuk elbow jenis besi maupun galvanis koneksi umumnya menggunakan sistem ulir /drat dan las.

Tee, Wye dan Cross

Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter


Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter 

    Pada umumnya untuk meng-kalibrasi instrument dibutuhkan pemeriksaan spesifikasi dari peralatan instrument itu sendiri, jadi sebelum melakukan kalibrasi perlu di buat sebuah data- data dari alat yang akan di kalibrasi misalnya outputnya, input dan range antara keduanya.
    Untuk kalibrasi Differential Pressure Transmitter analog, output perangkat harus di kalibrasi lebih dahulu sampai mendapatkan nilai sebesar 0% ( pada arus 4mA) sampai dengan 100% ( pada arus 20mA). Begitu juga yang harus dilakukan pada input transmitter.
    Artinya kalibrasi transmitter pada inputnya sama dengan hasilnya pada outputnya dalam porsentase. Hal ini bisa di lakukan dengan memutar sebuah adjuster dalam bok/casing perangkat transmitter dengan obeng kecil yang umumnya bertanda ZERO dan SPAN. ( sesuai merk dan produksinya)
    Produsen transmitter biasanya sudah melampirkan tata cara kalibrasi perangkat tersebut, dan tentunya berbeda beda , namun secara umum kalibrasi transmitter mempunyai cara cara tersendiri yang perlu di ketahui tanpa mengandalkan buku panduan dari produsen transmitter.

Langkah langkah kalibrasi sebagai berikut:

Langkah pertama

    Tentunya persiapan alat alat kalibrasi termasuk di dalamnya Multi meter digital, pressure source ( sumber tekanan), pressure gauge, Power supply module (24V) dan alat pendukung lainya.

Langkah ke dua

    Membuat table untuk me-record semua kegiatan selama melakukan kalibrasi yang berisikan model transmitter, range kalibrasi transmitter, span transmitter, Transmitter MWP kependekan dari Maximum Working Pressure atau Tekanan Kerja Maksimum.

Langkah ketiga

    Menghubungkan semua perangkat kerja yang di perlukan seperi dalam gambar rangkaian mengkalibrasi DP transmitter di bawah ini:

Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter


  • Sebagai catatan , pemakaian pompa tekanan manual, semisal pompa tangan mempermudah langkah kalibrasi karena kita bisa mengatur kestabilan tekanan secara manual dan menghindari kenaikan tekanan yang mendadak, namun jika terpaksa langsung memakai pompa otomatis yang sudah existing, maka di perlukan regulator untuk menyesuaikan besar tekanan yang dibutuhkan.

Langkah keempat

    Umumnya pembagian persentase kalibrasi ada lima titik bagi pada posisi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Sesuai range input perangkat transmitter. Langkah ini kita harus buat persis nilainya , pada tekanan input 0% harus terbaca pada Multimeter sebesar 4mA, pada tekanan input 25 persen harus terbaca 8% dan seterusnya.

Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter


  • Contoh range tekanan input perangkat adalah 2-14psig maka pembagiannya adalah posisi 0% adalah 2 psig, 25% adalah 5psig, 50% adalah 8psig, 75% adalah 11psig dan 100% adalah 14psig.  hal ini kembali lagi ke range tiap perangkat transmitter.
  • Perubahan perubahan pada saat proses kalibrasi perlu di catat , karena akan di perlukan pada saat penyesuaian per pembagian persentase.

Langkah kelima


  • Kemungkinan pada prakteknya pelaksanaan kalibrasi tidak selalu di lakukan di bengkel/ workshop/lab kalibrasi, kadangkala harus di lakukan langsung di lapangan. Hal ini lebih memerlukan ketenangan ekstra jika di sekitar lingkup kita melakukan kalibrasi sedang terjadi proses lain meskipun telah di blok. Jadi perlu ketelitian pembuatan data data agar tidak terjadi kerancuan dan terpaksa melakukannya berulang tanpa mendapatkan hasil.
  • Disarankan untuk member tekanan step by step dari porsentase terendah hingga tertinggi dan selalu update data pembacaan , karena data tersebut akan menjadi bahan hitungan dalam setting span nanti.
  • Kita gunakan saja contoh di atas tadi dengan range input 0 – 100% adalah 2-14 psig. Sedangkan outpu adalah range 4-20mA. Pembagian persentasenya sama persis seperti tekana input. Hasil baginya adalah 0% adalah 4mA, 25% adalah 8mA, 50% adalah 12mA, 75% adalah 16mA, 100% adalah 20mA.
  • Pengaitannya adalah antara input dan output transmitter sebagai berikut, jika kita masukkan tekanan pada input sebesar 2psig maka output akan menunjukkan nilai 4mA, pada input 5psig maka output akan menunjukkan nilai 8mA dan seterusnya, dan data tersebut di masukkan dalam table yang telah di persiapkan.
Lalu bagaimana cara setting penepatan nilai outputnya untuk menyesuaikan dengan besaran inputnya?
  • Pada setiap produksi transmitter mempunyai bagian pengatur yang dapat di atur dengan obeng kecil, sekerup putar tersebut terhubung dengan sebuah variable resistor yang akan berubah nilai resistansinya jika di putar, sama fungsi seperti potensio namun kecil dan memiliki 20 putaran antara nilai minimum dan maksimumnya. Jadi setiap 20 putaran dari nilai nol ke searah jarum jam akan di dapatkan nilai maksimum.
  • Menentukan zero tentunya lebih mudah dengan member tekanan pada input sebesar (contoh lanjutan di atas) 2psig kita tinggal memutar adjuster untuk mendapatkan nilai nol, dan tentunya keadaan ini belkum memastikan itu nol yang sebenarnya karena kita belum mencoba menekan dengan 25% dan mengembalikanya lagi ke 0%.
  • Lain halnya dengan penyesuaian spn, ini butuh kesabaran. Sudah di pastikan akan melakukan berulang ulang untuk menyamakan porsentase 0% sampai dengan 100%, namun dengan kejelian dan data yang sel;alu update pada table kita sebagai dasar hitungan tentunya akan mempermudah langkah kalibrasi.

Langkah ketujuh


    Beri tekanan 50% pada input (misalnya 8 psig, hal ini berbeda beda , untuk mempermudah kita buat satu contoh dan mengikutinya seperti contoh paling atas) . Putar zero dan span hingga menemukan output 50% (12mA)

Langkah ke delapan

    Beri tekanan 0% pada input (2psig) dan putar Zerro hingga menemukan nilai 4mA.

Langkah ke Sembilan

    Beri tekanan 25% pada input (5psig)dan pastikan nilai ampere pada 8mA. Seharusnya hal ini akan langsung menunjukan 8mA karena pada langkah ketujuh kita sudah berada di input 50% dengan nilai 12mA.

Langkah ke sepuluh

    Pada step ini lakukan ke porsentase yang semakin tinggi hingga 100% dan mendapatkan nilai 20mA. Jika keakuratan nilai di rasa belum sesuai hanya perlu mengatur span.
Angka angka yang tertera diatas bukan patokan untuk kalibrasi dan hanya merupakan angka contoh sesuaikan dengan range perangkat yang terdapat pada transmitter tersebut

    Itulah langkah kalibrasi differential pressure menurut ABI BLOG dan gambar rangkaian mengkalibrasi DP transmitter bersumber dari 
http://www.instrumentationtoolbox.com/

Penggantian baterai pada 'battery bank'

Penggantian baterai pada 'battery bank'


   Pembahasan yang unik pada pekerjaan perbaikan battery bank. Sering tidak di ketahui apa penyebab dengan pasti pada saat penurunan kapasitas baterai pada sekumpulan baterai di battery bank. Hal ini wajar mengingat battery bank memiliki sekian bagian baterai yang tersusun yang menyatu menjadi sebuah bank.
    Perlu pengecekan satu persatu tentunya pada kasus ini dan membutuhkan beberapa waktu untuk melakukannya. Tergantung dari model/ bentuk dan cara paking dalam kesatuan baterai tersebut.
    Pada setiap bagian battery memiliki karakter dan usia yang berbeda meskipun menggunakan merk sama, kapasitas sama, tentunya dalam pemakaian yang sama karena dalam satu rangkaian penyambungan.
Penggantian baterai pada 'battery bank'    Kenapa bisa berbeda?. Setiap material pembuatan baterai mempunyai respon tertentu dan mandiri terhadap tegangan masuk, tegangan buang, panas/ suhu pada saat bekerja. Hal hal lain misalnya koneksi antara terminal timbal battery yang kurang sempurna juga mengakibatkan kerusakan.
    Dan dalam sebuah kumpulan battery pada waktu tertentu akan terjadi ketidak seimbangan (sulfation internal), dan ini awal dari penurunan kapasitas bekerja dari battery bank tersebut.



Apa yang kita lakukan pada saat terdeteksi bahwa hanya beberapa baterai saja yang mati? Atau berfungsi tidak maksimal secara kapasitas?

    Kegagalan atau spesifiknya kerusakan salah satu baterai yang terlalu lama akan menimbulkan beban berbeda dalam sebuah susunan baterai. Dan menjadi semacam parasit dalam kumpulan tersebut, akibat untuk waktu lama adalah kemungkinan besar mempengaruhi battery lain menuju kerusakan yang sama.




Apa solusi terbaik jika diketemukan beberapa baterai saja yang mengalami kerusakan?


   Solusi terbaik adalah buang semua baterai itu dan ganti satu set yang baru!. Kemungkinan untuk mengganti battery baru pada beberapa baterai yang rusak mungkin bisa di lakukan namun apa dampak dari hal itu jika di lakukan?      
    Secara manufaktur produksi sebuah baterai dari masa ke masa akan terjadi perubahan meskipun tidak signifikan, meskipun dengan type sama, kapasitas sama bahkan nomor seri yang sama sekalipun.
    Pada umumnya karakter battery lama lebih kokoh dari baterai baru ( hal ini “mungkin” menyangkut hal hal produksi dan bahan serta alasan ekonomi). Hal ini wajar dan banyak di temui di sekitar kita.
    Menambahkan battery baru untuk menggantikan battery lama yang rusak adalah bukan solusi yang terbaik namun dapat di lakukan dengan alasan tertentu  ( misalnya alasan budget).
    Secara teknis penggantian battery pada battery bank yang salah satunya mati akan menyebabkan ketidakseimbangan pada susunan beberapa battery tersebut, meskipun sistem tetap berjalan dan battery bank akan tetap berfungsi seperti biasa dan “mungkin” bekerja lebih dari luar biasa pada awalnya. Karena pada battery yang baru memiliki nilai proporsional yang lebih tinggi dari baterai lain yang masih tertanam disana.


Pada pemakaian lama apa yang akan terjadi???



   Battery baru yang bisa di bilang lebih fresh dan tentunya lebih kuat akan mempengaruhi baterai lama bahkan sebuah 'hantaman' kepada battery lama menuju kerusakan.

   Sebuah pertimbangan pada kasus mengganti salah satu baterai pada susunan / rangkaian battery bank.
   Untuk terakhir menjawab semua pertanyaan di atas pada kasus penggantian battery bank adalah perhitungkan nilai untung ruginya adalah bahwa penggantian semua baterai pada saat salah satu baterai mati adalah solusi yang terbaik.    
    Kecuali pada saat survive di tengah laut dan mengalami hal tersebut, sementara hanya ada beberapa spare beberapa buah baterai yang sementara bisa di manfaatkan untuk melanjutkan hidup pada system.
Sumber gambar www.solarelectricsupply.com
 
Support : PT MITRA PERSADA SEJATI | RODOGOBLOG | MPS Marine Blog | ABI ROYEN
Copyright © 2012. Abi Blog - All Rights Reserved