ARTIKEL BARU ABI BLOG Belajar Bekerja Berguna

Prinsip dan konfigurasi Uninterruptible Power Supply (UPS)

Prinsip dan konfigurasi Uninterruptible Power Supply (UPS)

1. Prinsip sistem UPS Statis.

    a. Operasi Normal

        1. Kehilangan daya,
        2. Pemulihan daya,
        3. Kehilangan daya sementara

Pengertian dan macam UPS

Pengertian UPS

Kali ini saya akan membahas sistem UPS, UPS adalah kependekan dari Uninterruptible Power Supply . UPS merupakan sumber daya alternatif sebagai cadangan daya dari sumber daya yang lain/ sumber daya utama. Artinya UPS memberikan perlindungan beban terhadap variasi frekuensi line, menghapus noise power line dan transien tegangan, tanpa adanya pemutusan daya jika ada pemutusan sementara sumber daya utama.
UPS bisa disebut sebagai sumber daya siaga atau darurat tergantung sifat beban kritis, UPS juga memberikan jumlah daya yang tergantung pada kebutuhan-kebutuhan tertentu.
Penggunaan dayaya siaga atau darurat yang dapat di back up oleh UPS misalnya:
1. Penerangan darurat untuk evakuasi,
2. Pencahayaan untuk keamanan,
3. Mengatur sistem shutdown sebuah perangkat/mesin, komputer
4. Peralatan medis, dll.

Macam-macam UPS menurut sistem:

1. UPS Statis (static UPS)

UPS Statik mengandalkan sumber daya baterai sebagai sumber daya siaga. Terdiri dari beberapa baterai yang terangkai yang diisi dari sumber daya utama melalui penyearah dan inverter. UPS statis umum diproduksi dengan kapasitas mulai dari 220VA hingga diatas 1MVA.
UPS statik kapasitas 220VA hingga 1MVA di buat tanpa menggunakan komponen internal paralel. UPS dengan output diatas 1MVA menggunakan beberapa komponen internal yang di paralel, yang berakibat penurunan kehandalan.
Pengertian dan macam UPS

Gambar 1 menunjukkan UPS Statis sederhana. Desain , instalasi dan syarat pemeliharaan harus mengikuti acuan yang tertera pada kode standarad dari industri yang diakui oleh kelompok komersial yang berlaku.

Kabel Tray dan alat-alat yang dibutuhkan dalam pemasangannya

Alat –alat yang dibutuhkan untuk pekerjaan pemasangan kabel tray.


Dalam pekerjaan fabrikasi dan pemasangan / instalasi kabel tray diperlukan alat-alat pendukung, antara lain adalah:
Kabel Tray dan alat-alat yang dibutuhkan dalam pemasangannya1. Metal Cutting Saw atau alat pemotong metal/ logam,
2. Bahan ukuran
3. Obeng set,
4. Bor ,
5. Gambar rencana,
6. Kunci – kunci,
7. Benang nylon atau bisa menggunakan laser,
8. Sealant untuk pemotongan tepi,
9. Cutting Saw (fiberglass)
10.  Alat pengukur level,
11. Meteran,
12. Siku,
13. Offset Bolt Cutter ( wire mesh),
14. Masker,
15. Alat-alat keselamatan yang dibutuhkan.

Fungsi, klasifikasi dan jenis sakelar / switch

Fungsi, klasifikasi dan jenis sakelar / switch
Sakelar / switch adalah komponen mendasar dalam sebuah rangkaian listrik maupun rangkaian kontrol sistem. Fungsi utamanya adalah menghubungkan, memutuskan dan mengubah arah sambungan listrik.

Meskipun sakelar adalah komponen yang sederhana, namun memiliki fungsi yang paling vital di antara komponen listrik yang lain.
Sakelar / switch terdiri  dalam berbagai macam , misalnya: toggle, push button, raotary, reed, proximity, hall effect, momentary, pressure, rocker, magnetic, dip, slide, thumbwheel, lock dal lain-lain.

Pemahaman jenis pengukuran tekanan (Pressure Measurement)

Tekanan Absoulut (Absolut Pressure)

Pemahaman jenis pengukuran tekanan (Pressure Measurement)
Tekanan absolut adalah  jenis pengukuran yang relatif sempurna. Salah satu contoh pengukuran tekanan absolut adalah atmospheric pressure. Satuan unit untuk tekanan ini adalah pound per inchi persegi (per sequare inch = PSI).

Tekanan diferensial (Differential Pressure)

Tekanan diferensial (Differential Pressure) adalah perbedaan tekanan antara dua titik pengukuran. Biasa dihitung dalam satuan per square inch differential (PSID).

Pressure Gauge

Pengukur tekanan yang relatif terhadap tekanan ambient (ambient pressure). Unit satuan ukurannya adalah per square inch gauge (PSIG).
Pemahaman jenis pengukuran tekanan (Pressure Measurement)
Gambar 1
Ketiga jenis pengukuran ditunjukkan pada gambar 1. Sensor yang sama dapat digunakan untuk ketiga jenis, hanya referensi yang berbeda.
Tekanan diferensial dapat diukur di kisaran atas, bawah dan tekanan atmosfir.



Faktor konversi tekanan

1 psi
51,714 mmHg
1 psi
2,0359 in.Hg
1 psi
27,680 in.H2O
1 psi
6,8946 kPa
1 bar
14,504 psi
1 atm
14,696 psi
Contoh:
Rubahlah dari 200mmHg ke PSI!
Pemahaman jenis pengukuran tekanan (Pressure Measurement)
Gambar 2
200mmHg(1PSI/51,714mmHg)=3,867PSI
Gambar 2. sensor tekanan khusus memiliki tiga blok fungsional.

Sensor tekanan Pressure Sensing)

Mekanisme dasar sebuah sensor tekanan adalah sebuah lempengan / piringan yang pada sisinya menerima tekanan dari fluida/gas, yang ditranduksi menjadi aliran listrik sebagai outputnya.
Menyesuaikan signal output mungkin diperlukan , tergantung pada jenis sensor pada pengaplikasiannya.

Pemahaman jenis pengukuran tekanan (Pressure Measurement)
Gambar 3
Gambar 3. Dasar Elemen sensor tekanan dapat dikonfigurasi sebagai Bourdon tube berbentuk C (A); a Bourdon tube heliks (B); diafragma datar (C); diafragma berbelit (D); kapsul (E); atau satu set bellow (F).

Elemen Sensor

Beberapa macam elmen sensor tekanan antara lain: tabung bourdon (bourdon tube), diafragma, kapsul dan bellows. Bourdon Tube adalah tabung tertutup yang mengalihkan pada saat menerima tekanan.

Pengetahuan dasar tentang tekanan dinamis atau bergerak pada cairan

Pengetahuan dasar tentang tekanan dinamis atau bergerak pada cairanTekanan dalam cairan bergerak adalah sejajar dengan arah aliran, Impact dari tekanan ini dinyatakan dalam PI. Hal ini dikarenakan energi kinetik dari cairan adalah:
PI=Vo²/2
Dimana:
  • = fluid density
  • Vo= fluid velocity

Teori Bernouli menyatakan bahwa untuk aliran horisontal berlaku rumus:
Ps=Po + Pi
Dimana:
  • Ps= stagnastion (total) pressure
  • Po= static pressure

Rumus Bernouli tersebut berguna untuk menentukan kecepatan aliran dalam berbagai aplikasi.
Pengetahuan dasar tentang tekanan dinamis atau bergerak pada cairan
Gambar 1
Mengatur ulang persamaan berikut:
Vo=√2(P3 – Po)/
Kecepatan aliran fluida dapat diukur dengan tabung pitot perakitan ditunjukkan dalam gambar 1. Tabung menghadapi tindakan aliran tekanan total dan tabung normal terhadap tindakan aliran statis. Prinsip ini digunakan dalam aplikasi HVAC dan perangkat pengukur kecepatan aliran.

Gas

Gas berbeda dengan cairan dalam dua hal:
  1. Gas sangat kompresibel,
  2. Gas benar benar mengisi setiap ruang tertutup dimana ditempatkan.

Variasi tekanan udara non-linier dengan ketinggian ditunjukkan pada gambar 2 merupakan contoh efek kompresibilitas gas.
Pengetahuan dasar tentang tekanan dinamis atau bergerak pada cairan

Efek Dinamis

Tekanan statis diukur dalam kondisi diam dalam keseimbangan. Tapi kebanyakan aplikasi kehidupan nyata mengatasi tekanan dinamis .
Sebagai contoh pengukuran tekanan darah biasanya memberikan dua nilai tetap tekanan sistolik dan tekanan diastolik.
Ada banyak informasi tambahan dalam bentuk signal tekanan darah, namun yang merupakan alasan untuk memonitor yang digunakan dalam situasi perawatan kritis.
Untuk mengukur perubahan tekanan, respon frekuensi sensor harus dipertimbangkan. Sebagai perkiraan kasar, respon frekuensi didefinisikan sebagai frekuensi tertinggi bahwa sensor yang diberikan sebagai gantinya. Untuk model lama da keterkaitan seperti berikut:
FB = 1/2πt
Dimana:
  • FB = frekuensi  dimana respon berkurang sebesar 50%
  • T = konstanta waktu saat output naik menjadi 63% dari nilai akhir menyusul langkah perbahan input.

Masalah lainnya adalah pengukuran tekanan jarak jauh di mana media kopling cair digunakan. Perawatan harus diambil untuk membersihkan semua udara karena kompresibilitas dapat merusak bentuk gelombang.

Pengetahuan dasar tentang tekanan statik / pressure static

Tekanan Statik / Static Pressure dapat dirumuskan sebagai berikut  :

P=F/A
Pengetahuan dasar tentang tekanan / pressure  StatikDimana:
  • P= Pressure
  • F= Force
  • A= Area (unit area)

Gambar 1. Tekanan pada suatu titik tertentu di dalam cairan yang terbatas ditentukan oleh berat cairan dan jarak dari titik tersebut ke permukaan cairan.
Jika kita membahas atau mempelajari tekanan , tentunya kita langsung berfikir hal ini berhubungan langsung dengan fluida atau cairan dan juga gas.
Pada gambar 1. Pada satu titik di dalam wadah memiliki tekanan karena pengaruh gaya berat cairan di dalamnya, yang dapat di rumus-kan sebagai:
Pengetahuan dasar tentang tekanan / pressure  Statik
Gambar 1
P=∆F/∆A=hw
Dimana:
  • h= jarak dari permukaan cairan ke titik,
  • w= berat cairan.

Berat per satuan volume (V) dirumuskan dalam:
w=mg/V
Dimana:
  • m= massa
  • g= percepatan gravitasi.

Dari rumus di atas tentunya dapat di ambil kesimpulan bahwa: untuk menentukan ketinggian kolom cairan di dalam tangki bisa di dapat dari hasil mengukur tekanan cairan tersebut.
Densiti di rumuskan dalam:
= m/V
Dari rumus diatas bisa didapatkan bahwa Densitas cairan menentukan tekanan P yang di berikan pada ketinggian tertentu. Merkuri memiliki 13,6x padat daripada air, sehingga memberikan tekanan 13,6x dari air untuk level ketinggian yang sama.
Tekanan yang disebabkan oleh ketinggian kolom cairan adalah selain / diluar tekanan atmosfir yang bekerja pada permukaan cairan. Ketinggian kolom cairan dapat di hitung dengan:
H=P/g
Hukum Archimedes menyatakan bahwa “Besar suatu gaya dorong adalah sama besarnya dengan jumlah suatu cairan yang ditekan oleh benda tersebut.”
Mengingat blok bahan yang terpendam dalam wadah cairan dengan luas A dan panjang L, maka tekanan ke bawah yang diberikan adalah:
PD= hg
Pengetahuan dasar tentang tekanan / pressure  Statik
Gambar 2

Gambar 2 Archimedes menyatakan bahwa sebuah benda terendam dalam cairan akan di dukung oleh berat cairan yang di pindahkan.
Dan tekanan ke atas yang diberikan pada permukaan bawah adalah:
PU= (h + L)g
Memberikan tekanan yang dihasilkan sebagai:
PU – PD = Lg
Pengetahuan dasar tentang tekanan / pressure  Statik
Gambar 3
Gambar 3. Tekanan ditransmisikan ke cairan terbatas normal ke permukaan cairan.
Dan gaya yang dihasilkan adalah sama dengan volume blok dikalikan berat cairan yang dipindahkan.

Perhitungan-perhitungan di atas , terutama hubungannya dengan hukum Archimedes sangat penting dalam perancangan sebuah wadah besar dalam praktek sehari- hari misalnya perancangan sebuah bendungan.

Hukum Pascal juga menyatakan bahwa peningkatan tekanan pada setiap titik dalam cairan menghasilkan peningkatan seperti di setiap titik lainnya dalam cairan tersebut.
Prinsip atau hukum ini digunakan dalam sistem hidrolik maupun pneumatik seperti jack dan rem mobil.
Gambar 4. Hukum Pascal menyatakan bahwa peningkatan tekanan pada setiap titik dalam cairan menyebabkan peningkatan yang sesuai pada setiap titik lainnya dalam cairan.
Pengetahuan dasar tentang tekanan / pressure  Statik
Gambar 4

Mengenal Flow Meter Vortex dan persyaratan jarak penempatan

Flow Vortex Meter dan persyaratan jarak penempatan

   Peralatan flow meter vortex membutuhkan jenis aliran yang baik dan simetris, bebas dari distorsi untuk memberikan nilai akurasi yang baik dalam pembacaannya.
   Beberapa hal yang mempengaruhi untuk mendapatkan nilai akurasi dari flow meter vortex, salah satunya adalah masalah jarak penempatan peralatan ini terhadap sumber turbulensi.
Mengenal Flow Meter Vortex dan persyaratan jarak penempatan
   Sumber-sumber turbulensi antara lain adalah pompa, valve-valve / katup, knee (ataupun pengubaha arah aliran sejenis), reduser atau perubahan ukuran aliran dan lain-lain.
   Pada umumnya produsen pembuat telah memberikan panduan batasan jarak minimum untuk produk nya. Jarak tersebut kembali mengacu pada panjang yang ditunjukkan pada pipa dengan ukuran diameter (D). Salah satu contoh adalah tertulis 10D, dapat diartikan bahwa penempatan flow meter pada jarak 10 kali diameter pipa dari sumber turbulensi.
   Pengaruh turbulensi pada sumber apapun sangat besar terhadap akurasi pembacaan flow meter. Penempatan setiap jenis flow meter dapat dilihat dari masing-masing spesifikasi dari produsen. Meskipun setiap produsen memiliki aturan-aturan tersendiri .
   Pada dasarnya flow meter vortex dapat dipasang secara vertikal, horizontal ataupun di setiap sudut pada posisi terus di aliri.
   Sebagai aturan umum panjang lurus harus hampir sama dengan yang diperlukan untuk instalasi lubang dengan beta rasio 0,7, lebih lengkap baca pada table di bawah ini:
Sumber Turbulensi
Diameter Upstream
Diameter Downstream
Ukuran  reduces
15D
5D
Ukuran increase
35D
5D
Knee 90˚ tunggal
30D
5D
Knee 90˚ dalam satu plane
30D
5D
Knee 90˚ lain plane
40D
5D
Valve terbuka
35D
5D

Sirkuit / rangkaian penyearah (Rectifier) pada rangkaian proteksi katodik

Sirkuit Bridge / rangkaian jembatan (Bridge Circuits)

   Pada rangkaian sistem proteksi katodik digunakan rangkaian bridge tiga phasa, hal ini mengingat kebutuhan daya yang cukup besar untuk sistem ini.
   Kebutuhan daya yang besar pada sebuah rangkaian lebih mudah diatasi dengan penggunaan tegangan tiga phasa, untuk lebih jelasnya soal tegangan tiga phasa dapat disimak di sini.

Penyearah satu phasa

   Namun perlu juga kita membahas rangkaian penyearah satu phasa / single phase sebagai berikut:
Pada dasarnya penyearah satu phasa dapat di buat dalam tiga buah jenis, klas dari jenis penyearah masing-masing ditentukan oleh kestabilan gelombang keluaran / output dari penyearah tersebut. 
Sirkuit / rangkaian penyearah (Rectifier) pada rangkaian proteksi katodik

Tiga jenis system penyearah tersebut adalah antara lain:

  1. Jenis sistem halfwave (setengah gelombang) yang menggunakan hanya satu dioda,
  2. Jenis sistem center tapped yang menggunakan dua buah dioda,
  3. Jenis sistem fullwave (gelombang penuh) yang menggunakan empat buah dioda.

   Dari ketiga jenis penyearah tersebut diatas tentunya yang terbaik dalam menghasilkan tegangan stabil adalah yang nomor tiga yaitu jenis penyearah full-wave atau penyearah gelombang penuh.
   Menentukan jenis mana yang harus dipakai dalam pembuatan penyearah di sesuaikan padapenggunaannya.

Penyearah tiga phasa.

Penyearah tiga phasa juga terbagi lagi dalam dua jenis , yaitu:
  1. Penyearah tiga phasa Wye yang terdiri dari tiga buah diode menghasilkan tegangan setengah panjang gelombang.
  2. Penyearah tiga phasa full wave yang terdiri dari enam diode menghasilkan tegangan gelombang penuh.

   Unit / jenis tiga phasa lebih banyak digunakan pada sistem proteksi katodik meskipun tentunya efisiensi biaya lebih tinggi daripada phasa tunggal.

Sirkuit / rangkaian penyearah (Rectifier) pada rangkaian proteksi katodik

   Efisiensi operasi sebenarnya tergantung kembali pada output spesifikasi unit yang akan membutuhkan pasokan penyearah. Kembali lagi dengan mempertimbangkan daya dan perhitungan ekonomis.
   Penyearah terbaru (modern) menggunakan jenis diode selenium vs silikon sebagai unit penyearahnya.
   Dioda adalah salah satu komponen elektronik yang memungkinkan meneruskan arus yang searah dan menahan/ mem-blok arus yang berlawanan.
   Elemen penyearah / dioda terdiri dari pelat berlapis selenium atau silikon. Dalam sebuah komposisi selenium, baja, nikel / pelat aluminium yang dilapisi dengan Kristal selenium. Plat tersebut di atur dalam tumpukan dengan jumlah dan ukuran yang ditentukan oleh kapasitas dan arus keluaran penyearah / dioda.

Hal – hal mengenai dioda selenium:


  1. Dioda selenium sering disebut sebagai “ self healing", artinya: area yang rusak menjadi non-konduktif dan rangkaian terus bekerja / beroperasi. Namun kekurangannya adalah: efisiensi stacks kurang.
  2. Selenium dapat mentolerir overload hingga 10 kali lipat dari kapasitas selama beberapa menit.
  3. Perubahan secara fisik terjadi karena panas sehingga tegangan output berkurang.
  4. Kelebihan panas ( overheating) terjadi jika tegangan AC melebihi rating stack.
  5. Breakdown pada selenium bisa terjadi karena tegangan transient ( petir). 
  6. Kerusakan isolasi pada tabung mounting isolasi bisa terjadi karena tegangan transient. 
  7. Korosi akibat garam, asam, hydrogen sulfide (H2S) atau bahan kimia lainnya dapat merusak selenium. 
  8. Kerusakan fisik karena overtightening atau terlalu panas karena undertightening pada proses perakitannya. 

Hal – hal mengenai dioda silikon: 


  1. Dioda silikon terdiri dari sebuah lapisan iris seperti wafer yang terbuat dari Kristal tunggal silikon murni. Lapisan yang tertutup rapat di dalam logam yang masuk mengulir pada salah satu ujung dan kawat konektor disisi lain. 
  2. Dioda silikon lebih efisien di banding dioda selenium. 
  3. Dioda silikon memiliki karakteristik cepat panas sehingga dibutuhkan pelat pendingin penyalur panas. 
  4. Dioda silikon lebih sensitive terhadap lonjakan arus listrik dan lebih cepat rusak oleh kelebihan arus yang masuk. 
   Transformator standar adalah catu daya yang paling umum digunakan untuk pemasok unit Proteksi Katodik , namun ada macam variasi lain misalnya:

  • silicon –controller rectifier
  • switching-mode rectifier, 
  • pulse-type rectifier 
Yang tentunya jenis jenis tersebut lebih bru dalam teknologi dan biaya yang lebih.

Komponen lain pada rangkaian / sirkuit penyearah / rectifier:

Filter


Fungsi filter adalah untuk mengurangi riak AC output DC dan mengurangi biaya operasi pada penyearah. 
Filter sering digunakan pada penyearah jenis jembatan phasa tunggal ( single phase bridge) dan center tap rectifier.

Fungsi dan bagian transformator daya pada rangkaian proteksi katodik

Fungsi transformator proteksi katodik

  Fungsi utama transformator daya jenis ini adalah merubah nilai tegangan, jadi transformator dapat merubah nilai tegangan primer tertentu menjadi tegangan yang diinginkan pada output sekundernya.

Mengapa harus menggunakan transformator daya pada rangkaian ini?

Fungsi dan bagian transformator daya pada rangkaian proteksi katodik
  Karena besar tegangan yang dibutuhkan pada rangkaian berikutnya tidak sama dengan besar tegangan yang tersedia di area terpasangnya peralatan proteksi katodik.

Berapa tegangan yang dibutuhkan pada rangkaian proteksi katodik?

  Tegangan yang dibutuhkan pada peralatan proteksi katodik biasanya adalah 24 Volt, namun memiliki nilai arus yang sangat kuat yang memungkinkan aliran arus listrik secara continue dan dapat menopang seluruh luas jangkauan yang diharapkan.

Bagian- bagian Transformator

  Transformator proteksi katodik terdiri dari inti besi dan dua set kabel lilitan, lilitan / kumparan pertama sebagai lilitan primer dan lilitan kedua sebagai lilitan sekunder.
Lilitan primer terhubung dengan pasokan tegangan yang tersedia dilapangan/area. Lalu lilitan sekunder terhubung ke peralatan selanjutnya , dalam hal ini adalah perangkat/rangkaian penyearah/rectifier.
   Pada proteksi katodik memerlukan transformator jenis step down sehingga logikanya lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer namun memiliki diameter email /bahan lilitan lebih besar.

Prinsip kerja transformator proteksi katodik.

  Sama dengan prinsip kerja transformator umumnya. Tegangan maupun arus yang mengalir melalui lilitan primer akan menyebabkan inti besi menjadi magnet akibat dari diterapkannya dasar energi elektromagnetik. Inti besi yang menjadi magnet tersebut menginduksi lilitan sekunder sehingga menyebakan beda potensial dari kedua ujung lilitannya.
   Penyesuaian tegangan sekunder dengan menghitung jumlah lilitan nya, hal ini di atur dalam pembagian beberapa tap tegangan outputnya.

Mengenal bagian dan fungsi Sirkuit Breaker / Sirkuit Pemutus (Circuits Breaker)

Fungsi Sirkuit Breaker (Circuits Breaker. Eng)

Fungsi utama dari sirkuit breaker pada sistem proteksi katodik adalah memberikan perlindungan terhadap lonjakan tegangan  yang dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kerusakan pada sirkuit penyearah atau bisa disebut sebagai pengaman arus (overload).
Fungsi kedua dari sirkuit breaker adalah untuk memutuskan tegangan AC yang terhubung dengan tegangan masuk utama tegangan/daya.

Jenis-jenis Sirkuit Breaker

Ada tiga jenis sirkuit breaker (bisa disebut sebagai sirkuit pemutus) yang penjelasan nya seperti di bawah ini.

1. Thermal Breaker

  • Sirkuit pemutus ini memiliki bagian bimetal sebagai penyalur arus.  Prinsip kerja dari jenis sirkuit breaker ini adalah:
  • Jumlah arus yang berlebihan dalam pemakaian pada output nya menyebabkan terjadinya panas pada elemen yang menyebabkan kedua logam yang semula saling berhimpitan akan menjauh. Tergantung jenis logam dengan koefisien masing – masing yang mempengaruhi tingkat ekspansi panas yang ada pada permukaannya.
  • Untuk mereset pemutus sirkuit jenis Thermal Circuit Breaker harus menunggu permukaan logam tersebut dingin sampai titik suhu tertentu sesuai bahan elemen yang di pakai.

Mengenal bagian dan fungsi Sirkuit Breaker / Sirkuit Pemutus (Circuits Breaker)
Mekanisme Thermal Breaker
  • Thermal Breaker terpengaruh oleh suhu ruangan. Pada suhu rendah dia memiliki nilai batas ketahanan arus yang melewatinya lebih tinggi dari pada pada suhu ruang yang panas.

2. Magnetik Breaker (pemutus magnetik)

  • Sirkuit pemutus ini terdiri dari bagian inti besi yang dikelilingi oleh kumparan kawat yang bertindak sebagai elektromagnet. Prinsip kerja dari sirkuit pemutus jenis magnetic ini adalah:
  • Ketika arus meningkat melampui rating yang ditentukan maka medan magnet yang muncul akan menyebabkan inti besi menarik tuas kearah nya, sehingga menyebabkan sambungan menjadi terbuka.
  • Breaker jenis ini paling cocok digunakan pada perangkat proteksi katodik.

Mengenal bagian dan fungsi Sirkuit Breaker / Sirkuit Pemutus (Circuits Breaker)
Mekanisme Magnetik Breaker

3. Thermal Breaker Magnetik (Sirkuit Pemutus Magnetik)

  • Sirkuit pemutus jenis ini mirip dengan jenis thermal breaker tetapi memiliki sebuah bagian lempeng magnetik yang menempel pada elemen. Fungsi dari lempeng magnetic ini adalah untuk meningkatkan kecepatan dalam tripping.

Mengenal bagian dan fungsi Sirkuit Breaker / Sirkuit Pemutus (Circuits Breaker)
Mekanisme Thermal Breaker Magnetik
  • Prinsip kerjanya adalah ;
  • Dengan tambahan lempeng magnetik tersebut akan mempercepat proses ke posisi trip. Karena ada daya tarik antar elemen yang tertempel lempeng magnet tersebut.
  •  Meskipun lebih cepat proses pemutusan sambungannya dari jenis thermal, namun pemutus thermal magnetik memiliki waktu reaksi lebih lambat dari pemutus magnetik biasa dan dapat digunakan pada interrupter continue pada trip breaker.

Mengenal sistem proteksi katodik

Mengenal proteksi katodik

Pengertian proteksi katodik

Proteksi katodik adalah proteksi pada permukaan logam untuk mengendalikan korosi, dengan menggunakan metode menjadikan permukaan logam tersebut sebagai katode dari sebuah aliran arus listrik dengan tegangan tertentu.
Dengan pemanfaatan metode proteksi katodik diharapkan permukaan logam terhindar dari proses korosi yang di sebabkan oleh cuaca, kadar material yang bersentuhan langsung maupun materi yang melaluinya.
Proteksi katodik biasa dipakai dan dipasang pada permukaan dinding luar kapal, jalur-jalur pipa, tiang anjungan lepas pantai, dinding casing sumur minyak, dan struktur yang terbuat dari logam baja lainnya.
Korosi yang terjadi yang diakibatkan oleh cuaca dan materi yang bersentuhan tersebut dapat menyebabkan stress corrosion cracking atau retak yang disebabkan oleh korosi.
Mengenal sistem proteksi katodik

Hal- hal yang perlu diketahui dan diperhatikan dalam alat system proteksi katodik adalah antara lain:

  1. Power suplai yang digunakan pada system proteksi katodik ( Catodic Protection= CP) adalah sebuah rangkaian penyearah arus dari tegangan AC menjadi tegangan DC. Disebut juga sebagai rectifier (transformer – rectifier). Transformer merubah tegangan yang tersedia menjadi tegangan yang dibutuhkan pada rangkaian lanjutan dan kemudian di searahkan oleh rangkaian rectifier menjadi tegangan DC.
  2.  Sirkuit penyearah (rangkaian rectifier) proteksi katodik, memiliki ventilasi udara yang cukup. Karena pada prosesnya rangkaian tersebut menghasilkan panas kerja yang berlangsung terus menerus, hal ini sesuai dengan prinsip kerja proteksi katodik yang bekerja tiada henti berlangsung lama selama bukan masa perbaikan. Motor ventilasi memiliki tegangan yang tersedia pada jaringan di area pemasangan.
  3. Tranformer yang digunakan memiliki tap yang bisa disesuaikan dengan tegangan yang dibutuhkan. Pada sisi primer adalah penyesuaian dengan tegangan yang tersedia di area pemasangan dan sisi sekunder adalah yang dibutuhkan pada rangkaian system lanjutan.
  4. Unit- unit dasar dari sebuah proteksi katodik adalah sebagai berikut:


Apa perbedaan antara psi , psia dan psig ?

Apa perbedaan antara psi , psia dan psig ?

Perbedaan psi dengan psia dan psig adalah antara lain sebagai berikut:
   a. PSIA adalah pound per inch absolut , yang mencakup tekanan atmosfer . psia berarti tekanan absolut dan psig berarti tekanan gauge.
   b. PSIG adalah bacaan yang dapat di baca pada alat ukur dan tekanan atmosfer ( 14,7 psi ) atau kurang, tekanan diferensial ditunjukkan antara tekanan luar dengan tekanan diukur  psig ( pound -force per square inch ) adalah satuan tekanan relatif terhadap tekanan atmosfer di permukaan laut . Sebaliknya , langkah-langkah tekanan psi relatif terhadap vakum ( seperti yang terjadi di dalam ruang ) . 
Kebanyakan alat pengukur tekanan , seperti alat pengukur ban , dikalibrasi untuk membaca nol di level permukaan laut , karena sebagian besar aplikasi memerlukan perbedaan tekanan
   c. PSI adalah pound per inch persegi dan adalah tepat untuk menggunakan ini ketika seseorang berbicara tentang perbedaan tekanan . 
psi adalah unit tekanan dan itu berarti jumlah gaya pound yang diberikan pada inci persegi earea dan sebenarnya itu adalah sinopsis poundforce per inch persegi .
Ada dua jenis tekanan yang berhubungan: tekanan gauge dan tekanan absolut .
ketika membandingkan besarnya tekanan dengan tekanan ambient sebenarnya itu adalah tekanan gauge. ketika dikatakan itu tanpa hubungan dengan ambien (tekanan atmosphereic ) itu adalah tekanan absolut .
Saat ini lebih banyak digunakan satuan tekanan Pa , hPa dan Bar

Apakah psig psi sama ?

Apa perbedaan antara psi , psia dan psig ?Tidak.
Psig ( pound -force per square inch) adalah satuan tekanan relatif terhadap tekanan atmosfer di permukaan laut . Sebaliknya psia adalah tekanan relatif terhadap vakum ( seperti yang terjadi di ruang ) . Kebanyakan alat pengukur tekanan , seperti alat pengukur ban , dikalibrasi untuk membaca nol di permukaan laut , karena sebagian besar aplikasi memerlukan perbedaan tekanan .
Pada permukaan laut , atmosfer bumi memberikan sebuah tekanan 14,695948804 psi . Manusia tidak merasakan tekanan ini karena tekanan internal cairan dalam tubuh mereka sesuai dengan tekanan eksternal . 
Jika pengukur tekanan dikalibrasi untuk membaca nol di ruang angkasa , maka di permukaan laut di Bumi akan membaca 14,695948804 psi . Dengan demikian pembacaan 30 psig pada alat pengukur ban , merupakan tekanan absolut dari 44,695948804 psi .

Dasar Relay

Dasar Relay

Relay adalah sakelar yang bekerja berdasarkan system elektromagnetik. Relay berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan output sirkuit/rangkaian listrik dimana pengendaliannya ditentukan oleh kondisi input. 
Relay terdiri atas lilitan kawat dan beberapa besi lunak yang berfungsi sebagai sakelar/kontak. Apabila lilitan dialiri arus listrik, pada lilitan akan timbul gaya magnetic dan akan menarik besi lunak yang ada didepannya.
 
Support : CHOGWANG DOT COM | INSTRUMENTASI | ABI ROYEN
Copyright © 2012. Abi Blog - All Rights Reserved