NEW ARTICLE ABI BLOG Thank you for visiting this blog, may be useful

Teori Operasi Turbine Flow Meter

Teori  Operasi Turbine Flow Meter

    Turbine Flow Meter  pada dasarnya adalah sebuah alat pengukur kecepatan yang dikalibrasi untuk menunjukkan aliran volumetrik cairan atau gas yang mengalir dalam pipa. Operasi  flowmeter didasarkan pada kecepatan (kecepatan sudut) dari rotor bebas  yang menghasilkan hingga pada tingkat yang berbanding lurus dengan media.
    Baling-baling rotor ( rotor blades)  memotong medan magnet yang dibentuk oleh bagian magnet permanen yang dipasang di unit pick-up dalam bodi flow meter.
    Karena setiap rotor blade memotong medan magnet pulsa diinduksi dalam kumparan unit pick-up. Sehingga Turbin flow meter menghasilkan jumlah pulsa yang justru sebanding dengan setiap satuan volume aliran. Jumlah pulsa per satuan volume dihasilkan selama kalibrasi dan disebut "faktor meter". Variasi faktor ini selama rentang aliran tertentu didefinisikan sebagai linearitas.
Pulsa density (jumlah pulsa) per revolusi rotor tergantung pada jumlah baling-baling (blades) pada rotor, namun meningkatkan kecepatan (density) pulsa dengan meningkatkan jumlah baling-baling hanya mungkin dalam batas-batas tertentu. Dimana peningkatan revolusi diperlukan cara lain artifisial menghasilkan output frekuensi tinggi .
    Terlepas dari bagaimana ketat proses kontrol manufaktur dilakukan tidak mungkin untuk secara akurat menghitung karakteristik meteran pada kalibrasi meteran. Ini berarti bahwa meter harus dikalibrasi secara individual selama rentang arus yang diperlukan di laboratorium.
    Fasilitas kalibrasi Rockwin Hidraulic termasuk 500 mm dan 100 mm perpindahan positif loop prover. Kapasitas aliran maksimum menjadi 3200 meter kubik per jam. Meter sampai dengan 300 mm diameter nominal dapat dikalibrasi pada fasilitas ini. Amsal dirancang dengan standar API saat ini dan memiliki pengulangan lebih baik dari 0,003%. Tes telah disertifikasi secara independen oleh NABL Departemen ilmu pengetahuan dan Teknologi, Pemerintah. dari India.

Faktor kalibrasi

    Turbin meter kalibrasi konstan tergantung Reynolds Number. Artinya nilai yang dapat berubah sebagai akibat dari perubahan viskositas dan perubahan laju aliran. Untungnya, di Nomor Reynolds tinggi ketergantungan ini kecil, sehingga meminimalkan tingkat meteran non linearitas.
    Sebagai viskositas meningkat untuk ukuran tertentu dalam meter, batas bawah kisaran aliran linear meningkat. Selain itu jumlah pulsa output  per unit volume perubahan sedikit pada  bagian linear dalam batas range. Efek ini berhubungan langsung dengan bilangan Reynolds. Kondisi ini linearitas yang lebih baik diperoleh dengan memilih meter untuk beroperasi pada akhir lebih tinggi dari kisaran alirannya.
Bagian Gambar potongan Turbine Flowmeter
1. Body
2. Rotor sub assembly
3. Support plate
4. Support tube
5. Support Vane
6. Locking tab
7. Locking pin
8. Bearing housing
9. Junction Box/ Pre-Amp

Aspek Umum Antara Motor dan Generator

Aspek Umum Antara Motor dan Generator

    Teori  pengoperasian sinkronisasi generator dan sinkronisasi motor hampir sama. Perbedaan utama adalah arah arus stator dan arus listrik melalui mesin ini.
   Konstruksi  generator dan motor, memiliki range  kW yang sama, yang sangat mirip digunakan dalam industri minyak dan gas. Variasi yang terlihat dari penampilan eksternal ada terutama karena lokasi mesin dan lingkungan sekitarnya. Hal ini jarang terjadi untuk generator untuk ditempatkan di daerah berbahaya, padahal kadang-kadang perlu untuk menggunakan motor sinkron di daerah berbahaya, misalnya untuk menyokong kompresor gas bertekanan tinggi. Motor induksi besar yang sering digunakan untuk penggerak pompa minyak dan kompresor gas yang perlu untuk beroperasi di daerah berbahaya.
    Rotor dari generator dapat berupa 'silinder' atau 'salient' dalam konstruksi. Synchronous motor hampir selalu memiliki rotor kutub salient. Mesin dengan empat atau lebih kutub selalu menonjol dari jenis tiang rotor. Rotor kutub silinder digunakan untuk generator dua kutub, dan generator ini biasanya didorong oleh uap atau gas turbin pada 3600 rpm selama 60 Hz atau 3000 rpm untuk operasi 50 Hz dan memiliki kekuatan peringkat keluaran di atas 30 megawatt.
    Metode pendinginan dan jenis bearing umumnya sama. 

Macam dan jenis valve , bagian dan fungsinya

Macam dan jenis valve , bagian dan fungsinya

Macam dan jenis valve , bagian dan fungsinya

Pengertian Valve

    Valve adalah alat yang mengatur dan mengarahkan atau mengontrol aliran liquid/cairan, kegunaan valve adalah mengendalikan sebuah proses cairan, dalam posisi terbuka cairan akan mengalir dari sisi yang bertekanan tinggi menuju sisi lain yang bertekanan rendah.
    Valve banyak di temui dalam kehidupan sehari hari, misalnya kran, valve tabung gas, valve mesin cuci, valve bahan bakar kendaraan dan masih banyak lagi.
    Secara umum pengoperasian valve adalah secara manual dengan merubah posisi sudut sebuah pegangan / tuas , pedal maupun roda, namun di bidang industri banyak dipakai sistem otomatis dengan pengontrol, ada beberapa cara pengontrolan valve (cara mengontrol valve) misalnya dengan tenaga hydraulik, pneumatik dan elektrik.    Valve memiliki banyak jenis, namun secara umum valve memiliki bagian yang sama yaitu bodi, bonnet (kap), ports, actuator, disc, seat, steam, gaskets, ball valve, spring dan trim.

Macam-macam valve

 Macam valve adalah sebagai berikut:

  1. Ball valve
  2. Gate Valve
  3. Globe Valve
  4. Butterfly Valve
  5. Check Valve
  6. Solenoid Valve
  7. Relief Valve
    Untuk memahami bagian bagian, fungsi, dan applikasi dari valve valve tersebut kita mulai pembahasannya dari Ball Valve

Auxiliary Condenser Dump Controller

Auxiliary Condenser Dump Controller

    Pada sistem Auxiliary Condenser Dump Controller tidak bisa terpisah dengan adanya Level Control Valve for Aux Condenser ( Liquid Level Controller) sebagai peralatan utama yang berfungsi sebagai pembaca ketinggian liquid/cairan di dalam tangki kondenser. 

Komponen Auxiliary Condenser Dump Controller

    Adapun beberapa komponen yang saling berkaitan dalam sistem Auxiliary Condenser Dump Controller antara lain adalah
  1. Tangki Kondenser ( Condenser Tank), Tangki kondenser adalah inti dari terjadinya proses kondensing
  2. Control valve, Kontrol Valve sebagai eksekusi dari kontrol sistem, semua proses dari pembacaan ketinggian (level) tanki kondenser, setting parameter LCV (Level Control Valve), parameter air pressure transmitter (transmisi dengan signal tekanan udara), akumulasi dari positioner akan di aktualisasikan oleh Kontrol Valve.
  3. Actuator, Aktuator adalah sub bagian dari kontrol valve 
  4. Controller
  5. Positioner,
  6. Reservoir,
  7. Filter Regulator,
  8. Sub Panel,
  9. Hopper.
    Secara teknik bisa kami jelaskan sebagai berikut.
    Pada Aux Condenser Dump Controller merupakan Valve 3 Way yang berfungsi menjaga level air pada tank condenser, dalam keadaan kekurangan air Aux Condenser Dump Controller akan memberikan supply ke tanki ( valve dalam posisi kebawah/aux) , sebaliknya dalam keadaan penuh atau lebih akan di buang ke cascade (valve dalam posisi keatas/cascade). Pengaturan posisi valve disesuaikan signal dari Automatic Level Controller yang memiliki range 0 s/d 1,4 kg/cm2. 

A. Peralatan utama dari system Aux Condenser Dumb Controller adalah sbb:

1. Automatic Level Control
2. Filter Regulator Automatic Level Controller
3. Automatic Level Controller

B. Langkah perbaikan Aux Condenser Dump Controller yang harus dilakukan



a. Flashing tubing dengan menggunakan compressor

- Tubing dari Mainline supply ke ragulator,
- Tubing dari regulator ke Automatic Level Controller
- Tubing dari regulator ke Positioner valve
- Tubing dari output automatic level control ke input positioned valve
- Tubing dari output positioned ke diafragma
- Tubing dari HP tanki ke diafragma ALC
- Tubing dari LP tanki ke diafragma ALC

b. Kalibrasi Semua Pressure gauge, secara detail dijelaskan diatas

c. Setting Actuator Diafragma Auxiliary Condenser Dump Controller dengan:

- Memberikan tekanan dengan range 0 - 0,05996kg/cm2 dengan menggunakan Handpump/ Testpump dalam posisi pressure udara siap. Range tersebut didapat dari perhitungan tekanan tangki sbb:
· ρ = berat massa = 1000 kg / m³
· g = gaya gravitasi = 9.8 m / s ²
· h = tinggi tangki = 0,6 m
· P2 = ρ × g × h
· P2 = 1000 kg / m × 9.8 m / s ² × 0,6 m
· P2 = 5880 kg / m³ × m / s ² × m
· P2 = 5880 kgmm / m³ s ²
· P2 = 5880 kgm / s ² m²
· P2 = 5880 Nm ²
· P2 = 5880 Pascal
· P2 = 5,88 kilopascals = 0,852821897676 PSI = 0.0599593133244 kg / cm ²=0,05996kg/cm2
    a) 1 kilopascals = 0.1450377377 PSI (pounds per square inch)
    b) kilopascals = 0.01019716213 kg / cm ²
- Setting sensitifitas pada actuator kopler difragma ALC dengan harapan tepat menghasilkan keluaran tekanan signal antara 0 – 1,4 kg/cm2
- Setting positioner valve dengan perhitungan perbandingan skala antara input sebesar 0 – 1,4 kg/cm2 dengan output positioner valve antara 0,4 – 2,0 kg/cm2( sesuai dengan range diafragma valve yaitu 0,4 – 2,0 kg/cm2).
· Perbandingan skala di jelaskan dalam diagram diatas.

Bahan pipa untuk air panas

Bahan pipa untuk air panas

    Sesuai kegunaan dan jenis materi yang mengalirinya, pipa air panas harus mampu menahan suhu maksimum air yang disalurkan.

Bahan pipa untuk air panasBahan yang cocok untuk pipa saluran air panas meliputi:

1. Tembaga (cooper)
2. Polibutilena (PB)
3. Chlorinated Polyvinylchloride (CPVC atau PVCc)
4. Polypropylene random (PP-R)
5. Cross-linked Polyethylene(PEX).

Dasar getaran mesin dan keuntungan menggunakan pemantau getaran mesin

Dasar getaran mesin dan keuntungan menggunakan pemantau getaran mesin

a. Pemahaman getaran

    Prinsip getaran tidak asing bagi kita dalam kehidupan kita sehari hari, benda yang bergerak pasti mengeluarkan getaran. Contoh sederhananya adalah kursi yang kita pindah akan mengeluarkan suara, kenapa mengeluarkan suara? Karena ada getaran terjadi antara kursi dan lantai, contoh lain adalah sebuah gitar jika kita petik akan mengeluarkan bunyi, hal itu juga karena getaran pada dawai gitar tersebut, serangkaian pendulum yang kita gerakkan dan menyentuh satu dengan yang lainnya juga akan mengeluarkan getaran. Sebuah kendaraan yang melewati jalan yang tidak rata/ bergelombang juga akan mengeluarkan getaran.
Dasar getaran mesin dan keuntungan menggunakan pemantau getaran mesin  Getaran yang terjadi pada benda benda yang bergerak umumnya akan mengeluarkan suara, namun bisa juga akan menghasilkan panas, bagaimana bisa getaran menghasilkan panas? Contoh sederhana adalah disaat kita menggosok gosokkan kaki kelantai tentunya akan menghasilkan getaran dan kita merasakan suhu di telapak kaki akan meningkat (hangat).

Fungsi, jenis dan bahan fitting


Fungsi, jenis dan bahan fitting


Pengertian fitting

    Pengertian fitting dalam pekerjaan pemipaan adalah sebuah bagian dari instalasi pemipaan yang berfungsi sebagai penyambung antar pipa dan sebagai bagian akhir pemipaan/outlet fitting.    Ada berbagai jenis fitting dari berbagai bahan, fitting yang umum dipakai misalnya: Elbow, Tee, Wye (wyes), Cross (crosses), Coupling, Union,Fitting kompresi (compression fitting), Caps, Plugs, dan Valve.    Akan kita bahas satu persatu jenis jenis dan macam fitting

Jenis jenis fitting

Elbow

    Banyak orang menyebut elbow sebagai “ells”, fungsi dari elbow/ells adalah untuk mengubah arah pipa. Dalam praktek pemipaan sering ditemui perubahan arah pipa dan itu hal yang lazim dalam sebuah instalasi, umumnya elbow tersedia dengan ukuran sudut 45 dan 90 derajat, meskipun bias di dapatkan ukuran lainnya.
Fungsi, jenis dan bahan fitting

    Untuk elbow jenis PVC koneksi menggunakan lem dan tidak jarang juga kita jumpai dengan sistem ulir/drat. Sementara untuk elbow jenis besi maupun galvanis koneksi umumnya menggunakan sistem ulir /drat dan las.

Tee, Wye dan Cross

Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter


Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter 

    Pada umumnya untuk meng-kalibrasi instrument dibutuhkan pemeriksaan spesifikasi dari peralatan instrument itu sendiri, jadi sebelum melakukan kalibrasi perlu di buat sebuah data- data dari alat yang akan di kalibrasi misalnya outputnya, input dan range antara keduanya.
    Untuk kalibrasi Differential Pressure Transmitter analog, output perangkat harus di kalibrasi lebih dahulu sampai mendapatkan nilai sebesar 0% ( pada arus 4mA) sampai dengan 100% ( pada arus 20mA). Begitu juga yang harus dilakukan pada input transmitter.
    Artinya kalibrasi transmitter pada inputnya sama dengan hasilnya pada outputnya dalam porsentase. Hal ini bisa di lakukan dengan memutar sebuah adjuster dalam bok/casing perangkat transmitter dengan obeng kecil yang umumnya bertanda ZERO dan SPAN. ( sesuai merk dan produksinya)
    Produsen transmitter biasanya sudah melampirkan tata cara kalibrasi perangkat tersebut, dan tentunya berbeda beda , namun secara umum kalibrasi transmitter mempunyai cara cara tersendiri yang perlu di ketahui tanpa mengandalkan buku panduan dari produsen transmitter.

Langkah langkah kalibrasi sebagai berikut:

Langkah pertama

    Tentunya persiapan alat alat kalibrasi termasuk di dalamnya Multi meter digital, pressure source ( sumber tekanan), pressure gauge, Power supply module (24V) dan alat pendukung lainya.

Langkah ke dua

    Membuat table untuk me-record semua kegiatan selama melakukan kalibrasi yang berisikan model transmitter, range kalibrasi transmitter, span transmitter, Transmitter MWP kependekan dari Maximum Working Pressure atau Tekanan Kerja Maksimum.

Langkah ketiga

    Menghubungkan semua perangkat kerja yang di perlukan seperi dalam gambar rangkaian mengkalibrasi DP transmitter di bawah ini:

Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter


  • Sebagai catatan , pemakaian pompa tekanan manual, semisal pompa tangan mempermudah langkah kalibrasi karena kita bisa mengatur kestabilan tekanan secara manual dan menghindari kenaikan tekanan yang mendadak, namun jika terpaksa langsung memakai pompa otomatis yang sudah existing, maka di perlukan regulator untuk menyesuaikan besar tekanan yang dibutuhkan.

Langkah keempat

    Umumnya pembagian persentase kalibrasi ada lima titik bagi pada posisi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Sesuai range input perangkat transmitter. Langkah ini kita harus buat persis nilainya , pada tekanan input 0% harus terbaca pada Multimeter sebesar 4mA, pada tekanan input 25 persen harus terbaca 8% dan seterusnya.

Cara kalibrasi dan gambar rangkaian kalibrasi Differential Pressure Transmitter


  • Contoh range tekanan input perangkat adalah 2-14psig maka pembagiannya adalah posisi 0% adalah 2 psig, 25% adalah 5psig, 50% adalah 8psig, 75% adalah 11psig dan 100% adalah 14psig.  hal ini kembali lagi ke range tiap perangkat transmitter.
  • Perubahan perubahan pada saat proses kalibrasi perlu di catat , karena akan di perlukan pada saat penyesuaian per pembagian persentase.

Langkah kelima


  • Kemungkinan pada prakteknya pelaksanaan kalibrasi tidak selalu di lakukan di bengkel/ workshop/lab kalibrasi, kadangkala harus di lakukan langsung di lapangan. Hal ini lebih memerlukan ketenangan ekstra jika di sekitar lingkup kita melakukan kalibrasi sedang terjadi proses lain meskipun telah di blok. Jadi perlu ketelitian pembuatan data data agar tidak terjadi kerancuan dan terpaksa melakukannya berulang tanpa mendapatkan hasil.
  • Disarankan untuk member tekanan step by step dari porsentase terendah hingga tertinggi dan selalu update data pembacaan , karena data tersebut akan menjadi bahan hitungan dalam setting span nanti.
  • Kita gunakan saja contoh di atas tadi dengan range input 0 – 100% adalah 2-14 psig. Sedangkan outpu adalah range 4-20mA. Pembagian persentasenya sama persis seperti tekana input. Hasil baginya adalah 0% adalah 4mA, 25% adalah 8mA, 50% adalah 12mA, 75% adalah 16mA, 100% adalah 20mA.
  • Pengaitannya adalah antara input dan output transmitter sebagai berikut, jika kita masukkan tekanan pada input sebesar 2psig maka output akan menunjukkan nilai 4mA, pada input 5psig maka output akan menunjukkan nilai 8mA dan seterusnya, dan data tersebut di masukkan dalam table yang telah di persiapkan.
Lalu bagaimana cara setting penepatan nilai outputnya untuk menyesuaikan dengan besaran inputnya?
  • Pada setiap produksi transmitter mempunyai bagian pengatur yang dapat di atur dengan obeng kecil, sekerup putar tersebut terhubung dengan sebuah variable resistor yang akan berubah nilai resistansinya jika di putar, sama fungsi seperti potensio namun kecil dan memiliki 20 putaran antara nilai minimum dan maksimumnya. Jadi setiap 20 putaran dari nilai nol ke searah jarum jam akan di dapatkan nilai maksimum.
  • Menentukan zero tentunya lebih mudah dengan member tekanan pada input sebesar (contoh lanjutan di atas) 2psig kita tinggal memutar adjuster untuk mendapatkan nilai nol, dan tentunya keadaan ini belkum memastikan itu nol yang sebenarnya karena kita belum mencoba menekan dengan 25% dan mengembalikanya lagi ke 0%.
  • Lain halnya dengan penyesuaian spn, ini butuh kesabaran. Sudah di pastikan akan melakukan berulang ulang untuk menyamakan porsentase 0% sampai dengan 100%, namun dengan kejelian dan data yang sel;alu update pada table kita sebagai dasar hitungan tentunya akan mempermudah langkah kalibrasi.

Langkah ketujuh


    Beri tekanan 50% pada input (misalnya 8 psig, hal ini berbeda beda , untuk mempermudah kita buat satu contoh dan mengikutinya seperti contoh paling atas) . Putar zero dan span hingga menemukan output 50% (12mA)

Langkah ke delapan

    Beri tekanan 0% pada input (2psig) dan putar Zerro hingga menemukan nilai 4mA.

Langkah ke Sembilan

    Beri tekanan 25% pada input (5psig)dan pastikan nilai ampere pada 8mA. Seharusnya hal ini akan langsung menunjukan 8mA karena pada langkah ketujuh kita sudah berada di input 50% dengan nilai 12mA.

Langkah ke sepuluh

    Pada step ini lakukan ke porsentase yang semakin tinggi hingga 100% dan mendapatkan nilai 20mA. Jika keakuratan nilai di rasa belum sesuai hanya perlu mengatur span.
Angka angka yang tertera diatas bukan patokan untuk kalibrasi dan hanya merupakan angka contoh sesuaikan dengan range perangkat yang terdapat pada transmitter tersebut

    Itulah langkah kalibrasi differential pressure menurut ABI BLOG dan gambar rangkaian mengkalibrasi DP transmitter bersumber dari 
http://www.instrumentationtoolbox.com/
 
Support : PT MITRA PERSADA SEJATI | RODOGOBLOG | MPS Marine Blog | ABI ROYEN
Copyright © 2012. Abi Blog - All Rights Reserved