NEW ARTICLE ABI BLOG Thank you for visiting this blog, may be useful

Mengenal apa itu sensor (pembahasan dan penjelasan)

Mengenal apa itu sensor (pembahasan dan penjelasan)

Pengertian Sensor

Mengenal apa itu sensor (pembahasan dan penjelasan)   Sensor adalah perangkat yang dapat mendeteksi dan me-respon beberapa jenis masukan dari lingkungan fisik. Input spesifik bisa cahaya, panas, gerak, kelembaban, tekanan, atau salah satu dari sejumlah besar fenomena lingkungan lainnya. 
    Output-nya umumnya sinyal yang di-konversi ke display terbaca-manusia di lokasi sensor atau dikirimkan secara elektronik melalui jaringan untuk membaca atau diproses lebih lanjut. 

Mengenal apa itu Globe Valve (pembahasan dan penjelasan)

Mengenal apa itu Globe Valve (pembahasan dan penjelasan)


Pengertian dan fungsi Globe Valve

  Globe Valve adalah valve yang memiliki arah gerak linier dan dirancang sebagai stopping ( menghentikan aliran), membuka aliran dan mengatur aliran. Disk globe valve bisa benar-benar menutup sebuah aliran .
Mengenal apa itu Globe Valve (pembahasan dan penjelasan)

  Untuk globe valve biasa (konvensional) dapat digunakan sebagai isolasi dan throttling service. Meskipun valve jenis ini menunjukkan sedikit lebih tinggi angka penurunan tekanan di banding dengan valve jenis lain ( gate valve, plug  dan ball valve).
  Globe valve secara dasar di desain untuk mengontrol aliran. Panjang jangkauan (range) control aliran, penurunan tekanan dan duty harus menjadi pertimbangan dalam merancang pembuatan globe valve agar tidak terjadi kegagalan system.

Cara menghitung arus, volume dan tekanan air

Cara menghitung arus, volume dan tekanan air

    Untuk menghitung arus, volume dan tekanan air tentunya kita kembali ke rumus fisika.

Pengertian arus, volume dan tekanan air:

Cara menghitung arus, volume dan tekanan air

        Arus air adalah tingkat dimana volume tertentu cairan melewati suatu penampang penyaluran, satuan yang dipakai untuk perhitungan arus air adalah liter per detik (l/s) atau gallon per menit (g/m).
-  Volume air adalah jumlah ruang penampungan air. Volume air biasa menggunakan satuan liter (l), gallon (gl) atau meter kubik (m3).

Alat- alat kerja untuk pekerjaan instalasi tubing

Alat- alat kerja untuk pekerjaan instalasi tubing. 


   Dalam artikel ini saya akan membahas satu persatu alat-alat untuk pekerjaan tubing.

   Banyak brand atau merk sebagai produsen alat-alat yang diperlukan pada pekerjaan instalasi tubing, begitupun dengan bentuk dan kapasitasnya btersedia dalm berbagai model dan ukuran.

Pada dasarnya pekerjaan tubing membutuhkan alat-alat pendukung sebagai berikut:

Alat- alat kerja untuk pekerjaan tubing

1. Tube Cutter (alat pemotong tubing)


  Sebenarnya alat pemotong tubing bisa menggunakan gergaji (hacksaw) tapi gergaji tentunya bukanlah peralatan standard khusus untuk pekerjaan pemotongan tubing. Maka digunakanlah tubing cutter yang merupakan alat yang khusus dirancang untuk melakukan pekerjaan pemotongan pipa.

   Tapi yang terpenting dan perlu diperhatikan dalam pekerjaan pemotongan tubing adalah memastikan kotoran bekas pemotongan tidak masuk kedalam tubing itu sendiri.

Mengenal apa itu Gate Valve (pembahasan dan penjelasan)

Mengenal apa itu Gate Valve (pembahasan dan penjelasan)

Pengertian dan fungsi Gate Valve

Mengenal apa itu Gate Valve (pembahasan dan penjelasan)   Gate Valve adalah jenis stopper yang ditempatkan pada system instalasi pemipaan yang berguna untuk memblokir aliran/flow.
  Valve ini mencegah lewatnya aliran cairan/liquid menggunakan lempengan yang bergerak bergeser/slide keluar dan kedalam pipa.
   Dalam banyak hal valve ini difungsikan hanya untuk terbuka penuh atau tertutup penuh, sehingga valve ini jarang digunakan sebagai alat pengontrol cairan.
   Gate valve dalam posisi tertutup sebagian dapat meningkatkan tekanan dalam suatu system dan memungkinkan mengakibatkan getaran tak terduga dalam cairan.

Pembuatan dan cara kerja Gate Valve

  Pembuatan gate valve secara prinsip sangat sederhana, dengan menggunakan dua konektor berulir yang terhubung ke system pipa. Bagian bonnet bergerak naik ke atas konektor dengan area stopping wedge merubah dengan memaksa gerakan menjadi naik dan turun.  Handel yang menaikkan dan menurunkan stopper menempati ruang bonnet.
Mengenal apa itu Gate Valve (pembahasan dan penjelasan)
  Ketika handel diputar, maka stopper bergerak di dalam valve. Stopper masuk kedalam ruang dimana cairan melewatinya. 
 Valve akan menunjukkan posisi stopper pada bagian luarnya, akan terlihat dari posisi tinggi rendahnya handel/pegangan.
  Casing valve yang sedikit lebih lebar dari pipa yang terhubung memungkinkan stopper benar-benar menutupi ruang aliran dan membuatnya benar benar tertutup.

Pemakaian Gate Valve

  Gate Valve sering digunakan dalam instalasi bertemperatur dan bertekanan tinggi mesalnya dalm system instalasi di:
1. Pembangkit Listrik,
2. Pengolahan Air,
3. Pertambangan,
4. Aplikasi lepas pantai.
Mengenal apa itu Gate Valve (pembahasan dan penjelasan)

Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic

Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic

  Ladder Logic adalah metode pemrograman utama yang digunakan pada PLC. Ladder logic telah dikembangkan dengan berdasarkan logika relay. Keputusan untuk mempergunakan logika relay sangatlah pilihan yang tepat, sehingga tidak perlu mempelajari logika dasar lain yang tentunya tidak familier bagi pengguna dan praktisi automation.
Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic
  Dalam control system terbaru yang modern termasuk penggunaan relay, tetapi masih jarang digunakan logika.
  Relay adalah perangkat sederhana yang menggunakan medan magnet untuk mengendalikan terbuka dan tertutupnya switch. Ketiga tegangan dimasukkan ke koil relay maka akan menciptakan medan magnet pada inti koil. Medan magnet menarik switch logam kearahnya dan kontak akan bersentuhan.
Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic
Gambar 1
  Kontak yang menutup pada saat koil di beri tegangan biasa disebut open, sedangkan kontak yang terbuka saat koil diberi tegangan biasa di sebut energized.
 Koil relay biasanya digambarkan dalam bentuk lingkaran dalam skema, sedangkan kontak outputnya di gambar sebagai garis sejajar.
 Kontak yang terbuka ditunjukkan dengan dua garis sejajar dan akan terbuka (non-conducting) ketika tidak energized.
 Kontak yang  tertutup ditunjukkan dengan dua garis sejajar dan garis diagonal yang melaluinya. Ketika kumparan input tidak ada kontak akan tertutup (conducting).
  Relay digunakan untuk mengatur daya masuk melalui sebuah sakelar/switch ke daya masuk yang lain dengan menggunakan daya yang lainya lagi. Contoh pada gambar menunjukkan aplikasi sederhana sebuah relay.
  Dalam gambar relay pertama disebelah kiri menggunakan NC (Normally Close) dan memungkinkan arus/daya mengalir hingga tegangan masuk ke input A.  Relay kedua adalah menggunakan NO (Normally Open) dan memutuskan tegangan untuk masuk ke B.
Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic
Gambar 2
  Jika arus mengalir melalui relay kedua terlebih dahulu maka arus akan mengalir ke kumparan/koil ketiga dan menutup switch kea rah C. Sirkuit ini akan menjadi sebuah ladder logic. Hal ini bisa dibaca secara logis sebagai: C akan On jika A aktif dan B juga aktif.
  Contoh pada gambar 2 menunjukkan seluruh system control hanya dengan logika. Ketika kita mempertimbangkan PLC ada input dan output. Gambar 3 menunjukkan representasi yang lebih lengkap dari sebuah PLC, dimana ada dua input dari push button.
 Kita bayangkan input 24V mengaktifkan kumparan relay pada PLC, hal ini menyebabkan terjadi kontak pada C yang menghubungkan daya tegangan 115V dan menyalakan lampu.
Catatan: bahwa dalam kenyataannya di PLC input tidak merupakan relay, tetapi hanya outputnya.
  Ladder logic dalam PLC sebenarnya adalah sebuah program computer dimana pengguna dapat dengan mudah mengubah dan menyimpan.
  Perhatikan bahwa kedua push button adalah NO (Normally Open)tapi ladder logic dalam PLC memiliki satu kontak NO dan satu kontak NC. Jadi jangan berfikir bahwa ladder logic di PLC harus sesuai dengan input atau output.
Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic
Gambar 3
  Banyak relay juga memiliki beberapa output (throw) dan ini memungkinkan output relay menjadi input secara bersamaan.
  Rangkaian yang ditunjukkan pada gambar 4 adalah contoh dari hal tersebut. Dalam rangkaian ini arus dapat mengalir melalui kedua cabang tersebut dalam sirkuit, melalui kontak A atau B.
  Input B aka nada bila output B aktif. Jika B OFF dan A diberi masukkan maka B akan menyala. Jika B menyala maka input pada B akan menyala dan mempertahankan posisi terus menyala bahkan jika input A OFF. Setelah B dihidupkan output B tidak akan pernah akan mematikan.
Belajar PLC, mengenal dan membahas Ladder Logic
Gambar 4

Instrumen pemisah dan pelindung (Separating and Protective Instrument)

Instrumen pemisah dan pelindung  (Separating and Protective Instrument)

Instrumen pemisah ( Separating Instrument)

Instrumen pemisah dan pelindung  (Separating and Protective Instrument)Berguna untuk memisahkan antara power supply dan instrumen lain dalam aplikasi ex-teknis.

Prinsip kerja instrumen pemisah

Prinsip kerja dari instrumen pemisah adalah memisahkan antara sirkuit intrinsik yang aman dengan sirkuit non-intrinsik. Perbedaan diantaranya adalah jenis suplai tegangan serta ukuran nilai karakteristik ex-teknis.

Aplikasi instrument pemisah dan pelindung ( Separating Instrument Application)

Instrumen pemisah dan pelindung  (Separating and Protective Instrument)Instrumen ini digunakan dalam sebuah aplikasi yang exs-regulasi yang harus dipenuhi. Terlepas dari catu daya di lapangan, alat ini mampu memisahkan hubungan antara PLC ke system control yang terhubung.


Arrester kelebihan tegangan ( Overvoltage Arresters)

Suatu alat instrumen untuk melindungi dari kelebihan tegangan.

Prinsip kerja arrester kelebihan tegangan (overvoltage arrester)

Instrumen pelindung ini membatasi kemungkinan kegagalan sebuah sistem karena terjadinya kelebihan tegangan input-nya, sehingga kegagalan atau mal-fungsi instrumen yang terhubung tidak akan terjadi. Menentukan instrument jenis ini disesuaikan pada pemasangan dan suplai tegangan atau rangkaian control yang akan dilindungi.

Applikasi arrester kelebihan tegangan (Overvoltage Arrester Application)

Instrumen ini banyak di gunakan dalam semua bidang teknologi pengukuran dunia industri.
Sebuah arreter kelebihan tegangan dapat digunakan kedua sisi sirkuit. Pada sensor, secara umum langsung dimasukkan pada terminal kabel di PLC atau system control, biasanya dipasang pada rel bawaan.
Instrumen pemisah dan pelindung  (Separating and Protective Instrument)Oleh karena itu ada perlindungan pada sisi alat instrument di lapangan maupun pada bagian pengolahan dalam kasus kelebihan tegangan.

Mengenal apa itu Relief Valve, pembahasan dan penjelasan

Mengenal apa itu Relief Valve (pembahasan dan penjelasan)

Pengertian Relief Valve

Mengenal apa itu Relief Valve (pembahasan dan penjelasan)Relief valve yang juga biasa disebut bypass valve adalah salah satu jenis valve yang berfungsi untuk mengontrol atau membatasi tekanan dengan cara mengarahkan /mengalihkan aliran kedalam jalur tambahan yang jauh dari jalur aliran utama.
Batas tekanan yang bekerja pada relief valve dapat diatur sesuai keinginan di sesuaikan dengan kebutuhan tekanan kerja pada jalur /instalasi output selanjutnya.

Cara kerja relief valve

Cara kerja dari relief valve adalah : Jika tekanan yang memasuki input relief valve melebihi batas tekanan yang telah disesuaikan dalam relief valve tersebut maka valve akan membuka paksa jalur alternative/pilihan/jalur buang untuk mengalihkan tekanan tersebut.
Secara umum, relief valve digunakan sebagai tindakan pertama untuk pengaman tekanan sesuai batasannya (setting operasi maksimum yang ditentukan) .

Macam relief valve dari cara penempatannya

Relief valve dapat di pasang di dalam system (internal bypass) maupun diluar system (eksternal), mari kita bahas satu persatu:

1. Relief valve yang di pasang di dalam system (internal system bypass).

Mengenal apa itu Relief Valve (pembahasan dan penjelasan)
Pada intinya adalah bypass antara jalur outlet dan jalur inlet, mengembalikan tekanan outlet kembali ke inlet yang berbeda ruang/sekat pada sebuah pompa.
Pada saat debit cairan mengisi cup dan tekanan pada discharge (outlet) mengalami peningkatan tekanan, maka akan menjadi tekanan bagi seal hingga memungkinkan cairan bergerak melalui jalur kea rah inlet pompa. Hal ini semacam menekan kekuatan pegas yang pengaturannya dengan memutar sekerup pegas sebagi pengatur tekanan relief yang dibutuhkan.
Mengenal apa itu Relief Valve (pembahasan dan penjelasan)Ketika bypass tetap terbuka dan cairan diresirkulasi dalam beberapa lama , energy gerakan cairan (fluida) dan gesekan fluida akan menyebabkan peningkatan suhu cairan. Dan kita harus menyadari bahwa ketika suhu fluida dalam system tidak melebihi nilai yang direkomendasikan, kondisi bypass dapat membuat kenaikan suhu yang cukup untuk menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam pompa. Jadi perlu perhatian dalam menggunakan bypass/relief valve internal.

2. Relief valve yang di pasang di dalam system (internal system bypass).

Mengenal apa itu Relief Valve (pembahasan dan penjelasan)
Relief valve atau bypass di rancang dengan memasang valve dalam system, pada prinsipnya sama dengan Relief valve yang di pasang di dalam system (internal system bypass), namun valve dipasang diluar pompa disepanjang instalasi pipa dan biasanya berada di dekat outlet pompa atau hulu dari katup lain dalam system.

Karakteristik Relief Valve

Mengenal apa itu Relief Valve (pembahasan dan penjelasan)
Closed bypass (bypass tertutup) adalah ketika valve dalam posisi tertutup,
Cracking pressure adalah tekanan dimana fluida mulai mengalir melalui valve pembuangan.
Full Flow Bypass Pressure adalah tekanan fluida ketika aliran maksimum melewati valve dan bypass.
Reseating Pressure adalah tekanan fluida ketika valve benar-benar tertutup.

Pengaturan Relief Valve

Relief Valve harus diatur untuk membuka pada tekanan diatas tekanan operasi. Hal ini akan memberikan keamanan pada system yang dirancang. Perawatan harus dilakukan ketika menentukan tekanan system maksimum. Sebaiknya gunakan komponen dengan rating tekanan terendah sebagai panduan untuk menetapkan batas.

Mengenal Alat Pengukur Arus (Current Measurement)

Mengenal Alat Pengukur Arus (Current Measurement)

Mengenal Alat Pengukur Arus (Current Measurement)    Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengukur besaran arus listrik, yang pertama dan paling mudah adalah dengan pengukuran langsung dengan mengalirkan arus melalui multimeter dan disambung seri dengan perangkat beban yang memiliki resistan/tahanan. Cara pertama memiliki keterbatasan yaitu hanya mampu pada range ampere rendah, pada multimeter biasa memiliki kemampuan maksimal 10A.
   Cara yang kedua adalah dengan menggunakan menggunakan pengaruh medan arus yang mengalir melalui konduktor, seperti kita ketahui bahwa setiap arus yang mengalir melalui konduktor akan menghasilkan medan elektromagnetik. Medan elektromagnetik inilah yang dipergunakan untuk memepengaruhi kumparan pada alat pengukur arus tanpa harus bersentuhan langsung.
Mengenal Alat Pengukur Arus (Current Measurement)
    Cara yang kedua memungkinkan untuk pembacaan/ pengukuran ampere yang lebih tinggi , bahkan hingga ribuan ampere.
  Alat pengukuran arus/ampere memiliki jack input khusus untuk pengukuran arus. Kadangkala karena kesalahan kita menggunakan jack input ini mengakibatkan kerusakan pada alat pengukuran (multimeter) karena arus yang terlalu besar bisa saja langsung masuk ke peralatan pengukuran dan mengakibatkan kerusakan komponen. Jadi perlu diperhatikan dalam menentukan jack inputnya.
Mengenal Alat Pengukur Arus (Current Measurement)
  Untuk mengantisipasi kejadian kesqlahan penggunaan jack input tersebut, beberapa produsen alat pengukuran melakukan penambahan komponen dengan relay internal di dalam perangkat pengukuran untuk meminimalkan resiko kerusakan.

Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)

Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)

    Ada dua pengukuran tegangan dari segi objek yang di ukur yaitu:
1. Pengukur tegangan DC ( Direct Current Voltage Measurement) dan
2. Pengukur tegangan AC ( Alternating Current Voltage Measurement).
   Dalam dunia elektronika, Di sebut tegangan DC karena  memiliki tegangan dan signal stabil, berubah kurang dari 1 siklus( cycle) perdetik ( cicle / sec.) dan disebut sebagai sinyal AC karena memiliki bentuk gelombang yang berubah lebih cepat dari siklus perdetik.
Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)
   Tegangan AC yang umum digunakan ada pada frekwensi 60 siklus perdetik atau di sebut 60 Hertz dengan besaran tegangan bervariasi.
  Nilai pengukuran DC adalah tegangan rata rata selama periode waktu. Jika kita lihat satu siklus gelombang lengkap AC, akan kita dapatkan bahwa nilai rata-rata adalah 0, apakah ini berarti tidak ada tegangan? Jawabanya adalah “tidak”, karena dalam dunia AC, bentuk gelombang tegangan efektif disebut dengan tegangan RMS.
   Mari kita mencoba mendefinisikan beberapa istilah:
1. Peak Voltage ( Puncak Tegangan)- adalah nilai tegangan pada titik maksimum dalam grafik siklus. Dari ukuran tegangan 0 s/d maksimum.
2. Peak to Peak Voltage ( Puncak ke puncak tegangan)- adalah diukur dari nilai minimum siklus sampai dengan nilai maksimum siklus.
Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)
3. Average Voltage ( Tegangan rata-rata)- adalah nilai rata rata aritmatik tegangan dari seluruh nilai siklus. Dalam bentuk gelombang sinusoidal standar adalah 0,637 * Puncak tegangan.
4. RMS / Effective Voltage – adalah perhitungan root-mean square dari sinyal AC. Ukuran dari beberapa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh sumber daya AC. Nilai RMS untuk bentuk gelombang sinusoidal adalah 0,707* Puncak tegangan. Untuk sinyal non RMS perlu penghitungan nilai RMS dengan mengambil satu siklus menjadi sample-sample dan dihitung dengan rumus berikut: 
Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)

Sepeti dalam diagram bahwa nilai RMS bukan hal yang sama dengan nilai rata-rata . Jika sinyal yang diukur tidak benar-benar sinusoidal atau tidak simetris dengan cara apapun, nilai RMS akan bervarisai dari standar 0,707. Pada contoh diagram diatas kita lihat gelombang sinusoidal dengan nilai puncak 130V. Nilai RMS dari sinyal menjadi 91,9Volt. Angka ini adalah nilai dari pembacaan pengukuran menggunakan multimeter dalam mode AC.
Mengenal alat pengukur tegangan ( Voltage Measurement)
5. True RMS- sebuah meter akan memecahkan gelombang menjadi bagian-bagian kecil dan membuat perhitungan RMS secara matematika dan menampilkan hasil perhitungan tersebut dalam True RMS Voltmeter. Meter ini akan menghasilkan nilai RMS akurat bahkan untuk sinyal non simetris.
Banyak beredar dipasaran berbagai jenis alat pengukuran dan sebagian besar beroperasi dengan prinsip yang sama. Setiap pengukuran pada probe multimeter akan diproses pada sirkuit elektronika di dalamnya dan merubah menjadi tegangan DC kecil. Tegangan DC kecil ini adalah satu satunya ukuran yang sebenarnya bahwa proses pengukuran ditampilkan di layar.
Kebanyakan alat pengukuran ( Non True RMS Meter) mengkonversi gelombang AC menjadi sinyal DC yang mewakili nilai tegangan puncak. Nilai ini lalu diubah menjadi RMS oleh 1.414:1 Tegangan pembagi.

Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)

Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)

Pengertian Ball Valve

   Ball Valve adalah valve yang cepat secara operasionalnya, karena hanya memiliki seperempat putaran dari posisi tertutup ke posisi terbuka begitupun sebaliknya. Maka sering disebut sebagai quarter turn valve.
Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)
   Ball Valve memiliki bagian terpenting yang berupa sebuah bola berlobang lurus dari satu sisi ke sisi yang lain yang di pasang sejajar dengan arah aliranpada rumah valvenya.
  Arah dari lobang pada bola inilah yang menetukan mengalir dan tidaknya cairan yang melalui rumah valve/katup. Pada sisi tegak bola tersambung dengan bagian handel valve yang di operasikan dari luar rumah valve.
  Nilai akurasi dari aliran yang melaluinya memiliki nilai tileransi tinggi, tidak sesuai untuk digunakan sebagai pengontrol aliran pada sebuah system cairan.
    Namun sangat dibutuhkan untuk kebutuhan operasional cepat.

Keuntungan yang lain dari pemakaian ball valve adalah karena ball valve


Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)1. Handal dalam mengontrol pada tekanan tinggi ,
2. Handal dalam volume tinggi ,
3. Handal dalam suhu yang tinggi,
4. Kokoh dalam desainnya, dan yang tak kalah penting adalah ball valve
5.  Relative lebih murah di banding jenis valve yang lainnya.

Bahan- bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan Ball Valve antara lain adalah:

1. Kuningan (brass),
Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)2. Perunggu (bronze),
3. Besi Cor (cast iron),
4. Tembaga (cooper ductile iron),
5. Logam Campuran (metal alloys),
6. Stainless Steel,
7. Plastik ( CPVC, PVC)

Secara struktur desain pembuatan ada dua jenis Ball Valve yaitu:

1. Ball Valve type Floating (terapung/mengambang)

Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)    Dikatakan mengapung atau mengambang karena bola sebagai bagian pembuka dan penutup tersebut hanya memiliki satu pegangan gagang (handle), bola dalam posisi bebas namun terjepit oleh lembar ball seat (dudukan) dan seal. Model ball valve semacam ini sesuai untuk penggunaan non-kritis, jumlah part yang lebih sedikit dan biaya pemeliharaan yang murah.

2. Ball Valve type Trunnion

Mengenal apa itu Ball Valve (pembahasan dan penjelasan)
    Ball Valve ini memiliki bola yang tetap dari atas ke bawah pada sebuah batang yang di seal pada ball seatnya. Jenis ini sesuai pada kebutuhan pada tekanan tinggi dan ukuran besar. Desain type ini tidak sesederhana seperti pada type floating dan part yang di butuhkannya lebih banyak.

Multimeter untuk pengukuran instrumentasi

Multimeter untuk pengukuran instrumentasi

    Multimeter adalah alat yang sudah “biasa” digunakan oleh teknisi- teknisi, karena merupakan alat pengukuran terpenting dalam berbagai macam pekerjaan elektronika maupun instrumentasi.
   Multimeter adalah merupakan alat pengukuran kombinasi dari berbagai macam fungsi dasar pengukuran, yang mampu untuk pengukuran antara lain:
1. Tahanan ( Resistensi),
2. Tegangan AC/DC ( Voltage AC/DC),
3. Kapasitansi,
4. Frekwensi (Frequency), dll.
Salah satu contoh adalah Mutimeter merk Fluke 189 dibawah ini.
Multimeter untuk pengukuran instrumentasi
Fluke 189
   Ini salah satu contoh multimeter yang mudah digunakan dan memenuhi standar kualifikasi sebagai brand yang memiliki akurasi tinggi dan sudah tidak asing lagi di dunia instrumentasi.
Keistimewaan Multimeter ini mampu adalah antara lain:
1. Pengukuran tegangan AC dan DC (AC/DC Voltage) diantara range 0,000001 Volt hingga 1.000 Vot,
2. Pengukuran Resistansi/ tahanan,
3. Pengukuran Kapasitansi,
4. Suhu ( Temperature),
5. Arus  (pada range 0,000001 hingga 10 Ampere).
   Selain itu yang cukup unik dan jarang dimiliki oleh Multitester pada umumnya adalah kemampuan untuk menangkap dan menyimpan minimum dan maksimum nilai yang di bacanya dalam memori internal.
    Alat mutimeter ini sering digunakan terutama oleh teknisi untuk keperluan perbaikan (service) dan termasuk alat yang mudah dalam pemakaiannya.
    Selain jenis mutimeter jenis genggam seperti contoh diatas (Fluke 189) ada jenis lain antara lain Fluke 47 dan HP 3470 dan keduanya merupakan jenis bench top meter yang memiliki pembacaan spectrum yang memungkinkan lebih memiliki resolusi dan akurasi yang lebih tinggi.
Multimeter untuk pengukuran instrumentasi
Fluke 47
 Klasifikasi sebuah Multimeter biasanya ditentukan oleh jumlah digit tampilannya. Setiap digit register 0-9, dan pada setengahnya ada pada 0 atau 1. Ketiga dan setengah digit mampu dalam pengukuran -1.999-1.999, dengan titik decimal yang terletak pada rentang dan tergantung pada kemampuan multimeter dan pengukuran yang diambil.
  Baca juga:  alat pengukur tegangan
Multimeter untuk pengukuran instrumentasi
HP 3474

Instrumentasi elektronika (Electronic Instrumentation)

Instrumentasi elektronika (Electronic Instrumentation)

    Dewasa ini pengukuran alat alat mekanikal dan elektrikal sebagian besar dilakukan dengan menggunakan instrumentasi elektronik (electronic instrumentation), bukan lagi menggunakan perangkat-perangkat pengukuran kuno seperti beberapa tahun yang lalu.
Instrumentasi elektronika (Electronic Instrumentation)
    Sebagian besar alat-alat pengukuran yang digunakan pada masa kini adalah hasil penggabungan antara sebuah perangkat mekanis dan beberapa elemen deteksi elektronik (electronic sensing element).
    Beberapa teknisi / ahli instrumentasi menggunakan alat-alat terbaru ini untuk pekerjaan kalibrasi khusus meskipun beberapa masih menggunakan alat elektronik dasar, dengan pembacaan yang masih di hitung secara manual oleh pengguna.
   Penting untuk mengenal beberapa alat atau perangkat pengukuran instrument dasar yang umum di gunakan dan melatih membiasakan diri dalam berbagai kegiatan pengukuran instrumentasi.
    Ada berbagai macam alat pengukuran instrumentasi yang dijual di pasaran pada saat ini. Namun beberapa alat yang paling penting dan utama yang harus dikenali adalah antara lain sebagai berikut ini:
2. Frekwensi Counter (Frequency Counters),
3. Oscilloscop,
4. Perekam Jalur Grafik ( Strip Chart Recorders),
5. Fungsi Generator ( Function Generators),
6. Spectrum Analyzers.

Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karakternya

Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karakternya

Bagian atom

    Atom terdiri dari dua bagian yaitu inti atom dan elektron yang mengitari atom. Sementara inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan . Sedangkan lektron bermuatan negative. Berapa besar muatan elektron dan proton? Muatan electron dan proton adalah sama yaitu 1,6x10-19 Coulomb.
Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karekternya
    Model dasar dari atom disebut model Bohr, pada gambar disamping dijelaskan bahwa orbit electron di tandai dengan huruf “K” hingga “Q”. Kulit terdalam adalah kulit “K”, diikuti oleh kulit “L” dan kulit selanjutnya.
    Kulit terluar dari atom disebut kulit valensi. Elektron valensi di kulit paling luar memiliki sifat yang sangat kritis karena menentukan konduktivitas dari atom.
    Kulit Valensi atom dapat berisi hingga delapan elektron. Jumlah elektron pada kulit valensi inilah yang menentukan konduktivitas sebuah atom. Artinya jika atom memiliki satu elektron valensi maka memungkinkan menjadi sebuah konduktor yang sempurna. Dan bila atom memiliki delapan elektron valensi, kulit valensi dianggap lengkap sebagai sebuah isolator.
Konduktivitas turun dengan bertambahnya electron valensi.

Mengenal semikonduktor, bagian dan karakternya

    Semikonduktor adalah atom yang terdiri dari empat atom valensi. Oleh karena jumlah electron valensi di dalam semikonduktor adalah berada di tengah di antara satu (konduktor) dan delapan (isolator), maka atom semikonduktor bukan merupakan konduktor yang baikdan juga bukan isolator yang baik.
    Bahan bahan yang biasa digunakan untuk memproduksi semikonduktor antara lain adalah:
1. Silikon (Si),
2. Germanium (Ge),
3. Karbon (C).
Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karekternya
Silikon
    Jenis semikonduktor dari bahan silikon dan germanium biasa digunakan untuk membuat komponen-komponen zat padat (solid state) sedangkan untuk jenis karbon banyak digunakan untuk membuat resistor dan potensimeter.
    Jumlah elektron dan proton akan sama jika tidak ada gaya luar yang mempengaruhi nya hingga terjadi konduksi. Karena muatan electron (negative) dan proton adalah sama dan berlawanan, maka muatan neto pada atom adalah “nol”. Namun bila atom kehilangan elektron valensi maka muatan neto atom
Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karekternya
Germanium
menjadi positif, begitu juga sebaliknya bila menerima elektron, muatan neto akan menjadi negative.
    Bebrapa hokum dasar mengenai hubungan antara electron dan kulit orbit
1. Elektron yang berada pada suatu kulit tidak dapat berada di ruang antara dua kulit orbit,
2. Setiap kulit orbit sesuai dengan suatu rentang tenaga. Maka semua electron yang terletak pada kulit orbit yang sama memiliki besar tenaga yang relative sama. Jumlah tenaga akan semakin bertambah bila makin jauh dari inti atom. Maka electron, valensi
Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karekternya
Karbon
selalu mempunyai aras tenaga tertinggi.
3. Untuk electron yang meloncat dari kulit satu kekulit yang lain, maka electron harus menyerap cukup tenaga untuk mengatasi perbedaan tenaga antara aras tenaga awal dan aras tenaga kulit arah loncatan,
4. Bila electron menyerap cukup tenaga untuk meloncat dari satu kulit ke kulit lain, maka electron dapat melepaskan tenaga yang diserapnya dan kembali lagi ke kulit yang bertenaga lebih rendah.
Ilustrasi untuk prinsip 1,2 dan 3:
    Ruang antara setiap dua kulit orbit disebut celah tenaga (energy gap). Elektron akan melewati celah tenaga bila bergerak dari satu kulit ke kulit lain tetapi tidak dapat berada pada celah tenaga tersebut.
Mengenal apa itu atom dan semikonduktor, bagian dan karekternya
Aras dan celah tenaga pada Silikon
    Satu contoh adalah kulit valensi pada gambar mempunyai aras tenaga kira-kira 0,7eV (elektron volt), bidang konduksi mempunyai aras tenaga minimum kira-kira 1,8eV. Maka agar elektron dapat meloncat dari bidang valensi ke bidang konduksi harus menyerap sejumlah tenaga sebesar : (1,8-0,7)eV= 1,1eV.
    Untuk konduyktor, semikonduktor dan isolator celah tenaga dari bidang valensi ke bidang konduksi masing-masing kira-kira 0,4; 1,1 dan 1,8eV. Karena itu makin besar celah tenaga akan makin sulit terjadi konduksi karena makin banyak tenaga harus diserap.
    Bila electron menyerap cukup tenaga untuk meloncat dari bidang valensi ke bidang konduksi maka electron dikatakan dalam keadaan terangsang (excited state). Elektron yang terangsang dapat melepaskan tenaga yang diserapnya dan kembali ke aras tenaga semula. Tenaga yang dilepaskan oleh electron adalah dalam bentuk cahaya ataupun panas.

Engine Remote Control System ERC300 CP

Engine Remote Control System ERC300 CP

    ERC3000 CP adalah salah satu branding terkenal dunia  ( Berg Propulsion) dalam sistem kontrol propeller, merupakan penggabungan  teknologi terbaru berbasis PLC Microprocessor. Dirancang untuk remote control dari sistem control pitch propulsi ( pitch propulsion)  untuk semua jenis kapal.
    Sistem ini dalam modular desain, yang terdiri dari unit pusat proses ( central processing) dan panel operator yang terhubung melalui unit interface untuk mentransfer sinyal melalui communicator-bus.
    Sistem control ERC 3000  memberikan kombinasi kontrol serta fungsi saklar yang lebih baik untuk mode konstan RPM. Sistem kontrol beban Built-in memberikan perlindungan yang lebih untuk mesin.
Engine Remote Control System ERC300 CP
    Sistem ini dapat interface ( antar muka) dengan berbagai peralatan eksternal seperti kontrol joystick (joystick control), positioning system dinamis ( dynamic positioning system), economizer, rem poros (shalt break), perekam data pelayaran (voyage data recorder) dll
    Sistem kontrol kopling (clutch control system) juga dapat diintegrasikan dalam sistem kontrol ER 3000. Pengaturan Parameter dilakukan melalui tampilan unit  layar dan monitoring  sentuh pada central unit.
    Sistem beroperasi pada 24VDC dengan pasokan 24VDC terpisah untuk kontrol cadangan ( back up).

    Sistem ini memiliki keuntungan sebagai berikut:

• Sistem komunikasi Bus (Bus Communicator) untuk mengurangi instalasi & biaya kabel
• Plug dalam jenis panel utama untuk instalasi cepat
• panel sentuh  ( touch panel)terintegrasi untuk pengaturan parameter yang akrab dengan pemakai.
• Built-in sistem kontrol beban untuk perlindungan beban berlebihan ( overload protection)
• Sistem integrasi cadangan, untuk penggunaan darurat & keselamatan
• Kesalahan diagnosis & monitoring dengan teks dalam tampilan yang jelas.
• commissioning & software dukungan yang sederhana
• Sesuai dengan klasifikasi yang berlaku.
Penulis melakukan perbaikan Main Engine Remote Control System di Kapal Pahlawan III.
 
Support : PT MITRA PERSADA SEJATI | CHOGWANG DOT COM | ABI ROYEN
Copyright © 2012. Abi Blog - All Rights Reserved